Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Februari 2023 | 18.08 WIB

Twitter Beberkan Mekanisme API Barunya, Bisa Gratisan tapi Terbatas

Ilustrasi: Belanja online. (TBGucci). - Image

Ilustrasi: Belanja online. (TBGucci).

JawaPos.com - Twitter telah membagikan keterangan lebih lanjut tentang perubahan yang akan datang pada akses Application Programing Interface (API)-nya. Sebelumnya, ini sempat jadi perbincangan bagi sebagian besar pengembang yang harus membayar untuk tetap menggunakan alat pengembangnya.

Menurut informasi yang dibagikan Twitter, perusahaan mengatakan bahwa akan ada "bentuk baru akses gratis". Regulasi tersebut diklaim memungkinkan akun bot membuat Tweet hingga 1.500 Tweet per bulan.

Klarifikasi tersebut berarti bahwa banyak yang disebut bot Twitter "baik", akun otomatis yang men-tweet segala sesuatu mulai dari foto bersejarah hingga konten menarik dan informatif lainnya akan dapat terus digunakan di platform ini. Sebelumnya, masa depan akun ini tidak pasti karena banyak pembuat bot mengatakan mereka tidak bisa membayar untuk akses API.

Namun, batas 1.500 bulanan untuk pembuatan tweet masih dapat memengaruhi bot yang paling sering men-tweet. 1.500 tweet sebulan berarti menghasilkan sekitar 50 tweet sehari, yang tetap bisa menjadi masalah bagi bot Twitter yang paling aktif.

Perusahaan juga memberikan penangguhan hukuman singkat untuk pengembang yang menggunakan API Twitter. Platform jejaring sosial yang kini dipimpin oleh Elon Musk itu mengatakan bahwa mereka telah memperpanjang versi API saat ini hingga 13 Februari mendatang.

Setelah itu, pengembang yang ingin mengakses tingkat "dasar berbayar" dari API Twitter harus membayar USD 100 per bulan atau berkisar Rp 1,5 jutaan menurut Twitter. Perusahaan juga mengonfirmasi bahwa itu akan mengakhiri API Premium, dan bahwa pelanggan akan memiliki opsi untuk mengajukan versi layanan Enterprise.

Perusahaan masih belum mempertimbangkan opsi apa, jika ada, yang akan tersedia kepada peneliti saat ini yang menggunakan alat pengembang Twitter untuk proyek mereka. Menarik untuk menunggu perkembangan selanjutnya mengenai akses API untuk para peneliti di Twitter.

Diketahui sebelumnya, API berbayar Twitter menjadi langkah selanjutnya bagi Twitter untuk menambah pundi-pundi keuangannya. Belakangan setelah diakuisisi Elon Musk, Twitter memang semakin sensitif mengenai keuangannya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore