
Pejabat konstruksi ditangkap karena dianggap bertanggungjawab terhadap kebakaran di Tai Po, Hong Kong. (TVB Hong Kong)
JawaPos.com – Kepolisian Hong Kong menahan tiga pejabat konstruksi setelah kebakaran besar di kompleks hunian Wang Fuk Court menewaskan setidaknya 44 orang. Lebih dari 270 penduduk masih hilang, sementara petugas pemadam terus berusaha menjangkau unit-unit yang masih terperangkap api dan puing.
Dikutip dari New York Times, Kamis (27/11), polisi mengatakan ketiga orang yang ditangkap adalah dua direktur perusahaan konstruksi serta seorang konsultan berusia 52 hingga 68 tahun. Mereka ditahan atas dugaan pembunuhan tanpa rencana, setelah penyidik mendapati material di bagian luar gedung diduga tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran.
Lai Yee Chung, seorang pejabat senior kepolisian, mengatakan investigasi awal menemukan papan busa yang mudah terbakar terpasang di luar jendela lobi lift di setiap lantai salah satu menara. “Kami melihat adanya kelalaian berat dari pihak yang bertanggung jawab atas konstruksi, yang menyebabkan kecelakaan ini dan cepatnya penyebaran api,” ujarnya.
Kebakaran mulai terjadi pada Rabu sekitar pukul 14.50 waktu setempat sebelum merembet ke beberapa menara lain di kompleks itu. Wang Fuk Court, yang dibangun pada awal 1980-an, berisi sekitar 2.000 unit dan tengah diselimuti perancah bambu untuk pekerjaan renovasi.
Asap pekat menyelimuti distrik Tai Po ketika api merambat melalui jaring dan perancah yang mengurung gedung. Pihak berwenang menerima banyak panggilan darurat dari warga yang terjebak, termasuk laporan dari sebuah kelompok warga lokal yang masih mencari anggota keluarga mereka. “Lebih dari 10 warga mengatakan anggota keluarga mereka masih berada di dalam rumah,” kata mantan anggota dewan distrik, Herman Yiu Kwan-ho.
Dinas Pemadam Hong Kong mengerahkan lebih dari 1.200 personel ke lokasi. Lebih dari 900 warga dievakuasi ke pusat penampungan sementara yang dibuka di balai komunitas dan sekolah sekitar. Media lokal melaporkan banyak warga lanjut usia dibantu turun dari gedung dan dipandu menuju tempat aman.
Operasi penyelamatan terkendala suhu yang sangat tinggi di dalam gedung dan puing perancah yang terus berjatuhan. Derek Armstrong Chan, wakil direktur dinas pemadam, mengatakan kendala itu membatasi upaya mereka mencapai unit-unit yang mungkin masih dihuni. Dua mobil pemadam hanya dapat menyemprot air hingga setengah tinggi menara 32 lantai, sementara kobaran di bagian atas jauh lebih tinggi.
Penggunaan perancah bambu kembali menjadi sorotan. Pemerintah Hong Kong sebelumnya telah mengumumkan rencana mengurangi pemakaiannya dan beralih ke baja, yang dinilai lebih aman dari risiko kebakaran. Pada Oktober lalu, kebakaran di sebuah gedung perkantoran di Central juga menyebar cepat karena adanya perancah bambu di bagian luar gedung.
Wang Fuk Court dihuni banyak keluarga yang terdiri dari beberapa generasi serta warga lanjut usia, yang membuat evakuasi semakin sulit. Hong Kong memiliki salah satu populasi lansia berkembang paling cepat di dunia, dengan hampir seperempat warganya berusia di atas 65 tahun.
Pemerintah memastikan penyelidikan penuh terus berjalan untuk menentukan penyebab pasti kebakaran dan memastikan akuntabilitas.
Scaffolding bambu sendiri merupakan alat yang umum digunakan di Hong Kong, terutama untuk renovasi bangunan tua. Namun material itu telah lama dikritik karena mudah terbakar. Pemerintah telah mengumumkan rencana menggantinya secara bertahap dengan scaffolding baja.
John Lee, Kepala Eksekutif Hong Kong, mengatakan kepolisian dan dinas pemadam telah membentuk gugus tugas untuk menyelidiki asal-usul kebakaran. Pemerintah juga memeriksa ulang standar keselamatan bahan bangunan yang digunakan di proyek-proyek lain.
Hasil penyelidikan menjadi kunci dalam menentukan apakah perusahaan konstruksi tersebut melanggar aturan keselamatan dan apakah kelalaian mereka berperan dalam memperparah tragedi di Wang Fuk Court.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
