
Photo
JawaPos.com - Seiring pesatnya perkembangan teknologi, hal ini juga dimanfaatkan oleh berbagai bidang lainnya. Termasuk yang pesat pertumbuhannya adalah teknologi di bidang medis yang kian canggih, makin ringkas, dan bisa memberikan pertolongan dalam waktu cepat saat menangani pasien.
Di sektor ini, teknologi robotik juga dikembangkan. Dalam beberapa tahun terakhir, peranan robot di pusat layanan kesehatan makin dirasa membantu pekerjaan para petugas medis.
Di lapangan juga demikian. Teknologi robot untuk fungsi medis terus dikembangkan. Misalnya yang dilakukan oleh sekelompok peneliti dari Universitas Sheffield di Inggris yang sedang membuat dan mengembangkan teknologi robot berbasis Virtual Reality (VR).
Dilansir via Engadget, teknologi ini dikembangkan untuk merawat para pashkan militer selama ditugaskan di satu wilayah atau bahkan sedang menghadapi skenario perang. Rencananya, petugas medis di luar lokasi akan mengenakan headset VR dan mengendalikan robot di medan perang.
Pemimpin proyek Sanja Dogramadzi, seorang profesor di Departemen Kontrol Otomatis dan Teknik Sistem Universitas Sheffield, melihat inisiatif ini sebagai tindakan penyelamatan jiwa.
“Mengembangkan sistem robot yang dioperasikan dari jarak jauh akan secara signifikan meningkatkan keselamatan dengan mengurangi jumlah bahaya yang dihadapi personel militer di garis depan," katanya.
Robot tersebut diklaim dapat mengambil tanda vital pasien dengan teknologi yang sama yang digunakan dioperasi robotik. Mengapa teknologi ini dikembangkan. Saat ini, pasukan militer yang terluka sering kali harus menemui teknisi medis dengan sumber daya yang terbatas.
Paramedis sering melakukan pekerjaan mereka dengan risiko pribadi yang signifikan (dan, jika penyakit menular dan kontaminasi merupakan faktor menjadi risiko bagi orang lain juga). Jika pasien membutuhkan perawatan lebih lanjut, memindahkan mereka ke lokasi yang aman dengan sumber daya yang tepat dapat memakan waktu berjam-jam atau berhari-hari.
Teknologi ini akan memungkinkan teknisi medis untuk bekerja di luar lokasi, menggunakan robot untuk mengumpulkan data seperti suhu atau tekanan darah pasien. Misalnya, mesin dapat mengambil swab mulut dan mengambil sampel darah dari lengan pasien hanya menggunakan teknologi VR.
Selain itu, mesin ini diharapkan dapat mengirim foto dan video cedera ke pekerja medis di luar lokasi, memungkinkan mereka untuk menilai dan bahkan mungkin merawat pasien dari jarak jauh. "Platform kami menggunakan teknologi terbaru dan akan mengintegrasikannya dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya," tandas Dogramadzi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
