Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Agustus 2022 | 01.29 WIB

Pertama Dalam Sejarah, Pendapatan Facebook Menurun

Platform media sosial, Facebook. (Gadgets Now). - Image

Platform media sosial, Facebook. (Gadgets Now).


JawaPos.com - Sejak meluncur dan terkenal lebih dari 10 tahun lalu, nama Facebook terus meroket. Hal ini tentunya berdampak pada naiknya angka pengguna, fitur dan monetisasi yang digencarkan yang ujung-ujungnya adalah cuan yang melimpah.





Nggak pernah ada sejarah Facebook gagal memenuhi target revenue atau pendapatannya. Namun pada kuartal dua (Q2) kali ini, Facebook justru dilaporkan mengalami penurunan pendapatan.





Dikutip dari Cnet, Facebook melaporkan penurunan pertama pendapatan tahunan di kuartal kedua 2022-nya. Perusahaan media sosial terbesar di dunia ini mengumumkan bahwa mereka mengalami penurunan pendapatan sebesar satu persen menjadi USD 28,8 miliar atau setara dengan Rp 430,7 triliun.





Facebook juga memperkirakan pertumbuhan pendapatan di kuartal ketiga 2022 berpotensi turun lebih banyak lagi. Kemudian, laba keseluruhan untuk perusahaan induknya yang kini bernama Meta juga dilaporkan turun 36 persen menjadi USD 6,7 miliar pada kuartal 2 2022.





Sementara Divisi Reality Labs yang bertanggung jawab mengembangkan metaverse kehilangan USD 2,8 miliar pada kuartal 2 2022. Penurunan pertama dalam pertumbuhan pendapatan Facebook dan Meta ini sudah diperkirakan oleh analis di Wall Street.





"Kami tampaknya telah memasuki penurunan ekonomi yang akan berdampak luas pada bisnis periklanan digital," kata CEO Meta Mark Zuckerberg dalam panggilan telepon dengan para analis. "Selalu sulit untuk memprediksi seberapa dalam atau berapa lama siklus ini akan terjadi, tetapi saya akan mengatakan bahwa situasinya tampaknya lebih buruk daripada seperempat yang lalu," imbuh Mark Zuckerberg.





Sementara dikutip dari TheVerge, salah satu tantangan yang membuat perusahaan sulit menumbuhkan pendapatan adalah adalah tools privasi baru di iOS. Tools "minta aplikasi untuk tidak melacak" ini muncul di iPhone dan membuat bisnis iklan Facebook jadi tidak efektif.





Tahun lalu, Meta diketahui menderita kerugian USD 10 miliar dalam pendapatan iklan. Kini, ditambah pelambatan ekonomi, ada lebih banyak pengiklan yang menarik kembali belanja iklan mereka. (*)



Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore