
Ilustrasi teknologi pertahanan dan keamanan di perbatasan yang dikembangkan perusahaan teknologi asal Turki Pavo Group yang dikutip di Jakarta, Minggu (21/1/2024). (Antara/HO-Pavo Group)
JawaPos.com – Pavo Group yang merupakan Perusahaan teknlogi asal Turki turut menilai keamanan negara Republik Indonesia, baru-baru ini mereka menilai bahwa Indonesia seharusnya memiliki teknologi pertahanan dan keamanan di perbatasan.
Menurut Ketua Dewan Direksi Pavo Group, Alper Ozbilen pihaknya telah mampu memahami situasi Indonesia, bahkan berencana akan terus membangun kemitraan strategis yang menguntungkan baik untuk Indonesia maupun Turki.
“Teknologi pertahanan dan keamanan perbatasan akan semakin penting. Variasi ancaman pun akan semakin kompleks,” ungkap Ozbilen dikutip dari Antara (21/1).
Ia juga mengungkap bahwa Indonesia memiliki wilayah perbatasan dengan banyak negara tetangga, sehingga sangat penting untuk memiliki teknologi pertahanan dan keamanan perbatasan untuk menjaga kedaulatan negara.
Kerja sama industri pertahanan antara Turki dan Indonesia sebenarnya telah terjalin sejak tahun 2010 melalui nota kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk mengembangkan produksi peralatan militer.
Pavo Group sendiri telah mengambil langkah-langkah agar bisa membangun kerja sama dengan mitra-mitra strategis. Menurut Ozbilen, Indonesia adalah salah satu mitra strategis Turki yang memiliki kedekatan dan kesepakatan penting.
Saat ini, Turki telah menjadi salah satu negara produsen peralatan militer terbesar dan terbaik di dunia. Peralatan yang diproduksi oleh Pavo sangat beragam di antaranya, teknologi komunikasi, intelijen taktis, keamanan siber, analisis data, kriptografi, sistem pesawat tanpa awak, dan avionik (peralatan elektronik penerbangan).
Memiliki teknologi canggih yang terus diinovasi, Pavo Group mampu menjaga keamanan perbatasan yang rawan terhadap aksi penyelundupan, terorisme, dan penyeberangan ilegal.
“Dengan teknologi Pavo, kedaulatan nasional Indonesia akan mendapat perlindungan dari sistem pengawasan dan pemantauan perbatasan melalui smart fence and detection system, electronic warfare and signal jamming system, serta patrol kendaraan udara dan darat dengan robot tanpa awak yang didukung oleh kecerdasan buatan,” kata Ozbilen.
Cakupan sistem pengawasan dan pemantauan garis perbatasan tersebut, diketahui akan dipantau 24 jam menggunakan kamera inframerah dengan zoom optik hingga 30 kali dan deteksi termal.
Kamera Pavo juga dipercaya mampu melacak ancaman yang tidak terlihat dari jarak 3 kilometer, sehingga keamanan negara semakin terjaga.
Disisi lain, Ia mengungkap bahwa perusahaan teknologi Pavo telah memiliki pengalaman panjang dalam menemukan solusi-solusi keamanan perbatasan, terutama di Kawasan Teluk.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
