Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Januari 2022 | 21.29 WIB

Bahas Krisis Chip Dunia, Bos Qualcomm Bilang Begini

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Di industri chipset, nama Qualcomm tidak perlu diragukan lagi. Mereka adalah salah satu nama pembuat chip terbesar di dunia, yang produknya bisa ditemukan di sebagian besar perangkat dan mereka juga adalah yang mengontrol sebagian besar paten di bidang 4G / 5G.

Namun posisi perusahaan di pasar ponsel agak terguncang. Posisi mereka cukup terganggu dan membuat rivalnya dari Tiongkok yakni MediaTek jadi bisa bersaing lebih dekat lagi melalui jajaran prosesor andalannya.

Salah seorang jurnalis teknologi dari The Verge berbicara dengan Presiden dan CEO Qualcomm Christiano Amon. Dalam kesempatan tersebut, dia membahas tentang bagaimana perusahaan akan berkembang lebih jauh, berapa lama kekurangan chip akan berlangsung, dan bagaimana dengan Snapdragon Gen 2.

Menurut petinggi Qualcomm itu, sekarang pasar chip sedang melalui salah satu krisis terdalam dan paling serius. Hal ini merupakan tantangan dan membantu banyak orang menyadari betapa pentingnya chip atau prosesor dan seberapa matang industri semikonduktor dibutuhkan.

Amon menyebut, Qualcomm telah melakukan segalanya untuk mengatasi situasi ini agar tetap bisa mempertahankan posisinya secara signifikan dan meningkatkan pasokan System on Chip (SoC)-nya.

Menurutnya, masih ada kekurangan chip, tetapi pada semester pertama tahun ini situasinya akan berubah menjadi lebih baik. Menurutnya, tahun 2023 akan menjadi tahun di mana pasokan akan kembali pulih dan bisa menutupi seluruh permintaan.

CEO Qualcomm dalam kesempatan tersebut juga berbicara tentang kekurangan chip dan Snapdragon Gen 2. Amon menegaskan bahwa Qualcomm tidak memiliki pengecoran sendiri.

Mereka telah mengambil alih desain dan konstruksi chip dan mengalihdayakannya ke perusahaan lain seperti TSMC, Samsung, Global Foundries, SMIC, dan UMC. Pada saat yang sama, Amon bilang kalau pembuat chip secara aktif berinvestasi dalam penciptaan industri semikonduktor dan teknologi baru. Di antara yang terakhir adalah 6G dan kemunculannya diharapkan pada tahun 2030.

Selain itu, Amon juga mengatakan bahwa ia menganggap mengubah penamaan chip ponsel adalah keputusan yang tepat. Perubahan penunjukan digital tiga digit ditentukan oleh keinginan untuk menyederhanakan persepsi produk, yaitu, tidak perlu mengidentifikasi prosesor dengan angka. Anda hanya perlu mengetahui generasinya.

Terkait chip baru, Amon menegaskan bahwa taktik menghadirkan chip andalan baru setiap tahun akan tetap tidak berubah. Hal ini sekaligus menjadi sinyal bahwa chip generasi baru lagi tidak akan debut tahun ini.

Mungkin perusahaan akan merilis versi Gen 1 yang ditingkatkan atau di-overclock tahun ini; tetapi dengan penamaan yang berbeda dan ini tidak akan menjadi chip generasi baru.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore