Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Desember 2021 | 23.43 WIB

OpenSignal: Pelanggan Seluler di RI Paling Mudah Pindah ke Lain Hati

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Pasar seluler Indonesia dilaporkan masih didominasi oleh pengguna prabayar. Karena masih tingginya pelanggan pada kategori tersebut, firma riset pasar seluler OpenSignal menyebut sangat mudah bagi pengguna untuk beralih antar operator (Churn rate) ketika mereka merasa tidak puas dengan penyedia layanan seluler karena mereka tidak terikat kontrak.

Indosat, Telkomsel dan XL Axiata kini telah meluncurkan jaringan 5G mereka. Menurut OpenSignal, hal ini kemungkinan akan meningkatkan tekanan persaingan di pasar karena operator mencari pengembalian investasi 5G mereka.

Dalam analisis baru ini, OpenSignal menemukan bahwa sekitar sepertiga dari pengguna seluler yang dengan mudah beralih operator adalah pengguna bernilai lebih tinggi yang harus mesti dipertahankan oleh operator.

"Dalam analisis kami sebelumnya, kami menemukan bahwa pengalaman seluler penting bagi pelanggan dan merupakan pendorong churn rate yang sangat penting di Indonesia. Dalam laporan ini, kami menganalisis konsumsi data seluler pengguna kami untuk memahami apakah pengguna yang mencari penyedia layanan baru adalah pengguna bernilai tinggi atau rendah untuk operator seluler," ujar Francesco Rizzato
Senior Technical Analyst OpenSignal melalui laporan resminya.

Dia melanjutkan, di pasar prabayar yang berat seperti Indonesia, jumlah data seluler yang dikonsumsi umumnya merupakan indikator yang baik untuk pendapatan yang dihasilkan pengguna ini untuk operator. Pengguna prabayar yang menggunakan lebih banyak data seluler biasanya akan membelanjakan lebih banyak untuk paket seluler mereka.

Data Opensignal menunjukkan bahwa pengguna Indonesia yakni di lima operator seluler nasional rata-rata mengkonsumsi antara 14,6 dan 17,7 GB per bulan, dengan pengguna Indosat menunjukkan penggunaan tertinggi, diikuti oleh 3 kami, Telkomsel, XL dan pengguna Smartfren.

Para pengguna juga dilaporkan rata-rata mengonsumsi jumlah data seluler yang lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan rata-rata pada penyedia layanan seluler asli mereka, dan hal tersebut konsisten di kelima operator.

"Namun, perbedaan rata-rata penggunaan data bulanan dari survei kami dibandingkan dengan semua pengguna bervariasi, seperti yang kami amati perbedaan terkecil pada XL (6,3 persen) dan Telkomsel (9,2 persen), sementara mereka melebihi dua digit di Indosat (12,7 persen), Smartfren (17,5 persen) dan 3 (19,3 persen)," lanjut Rizzato.

OpenSignal kemudian menganalisis distribusi temuan mereka berdasarkan rata-rata penggunaan data seluler harian mereka sebelum mereka meninggalkan penyedia layanan seluler aslinya untuk lebih memahami jika operator kehilangan pelanggan dengan penggunaan data seluler yang tinggi atau rendah.

Pengguna dengan penggunaan data yang lebih tinggi akan menghabiskan lebih banyak dengan operator seluler mereka. Kira-kira sepertiga pengguna yang beralih operator (keluar) adalah pengguna dengan nilai lebih tinggi yang rata-rata mengonsumsi lebih dari 500 MB data seluler per hari.

Menurut OpenSignal, Indosat adalah operator dengan pangsa terbesar (39 persen) pengguna di tingkat teratas mereka berdasarkan penggunaan data, diikuti oleh Smartfren (38,5 persen), 3 (35,7 persen), XL (34,4 persen) dan Telkomsel (34,3 persen).

Meskipun Smartfren memiliki pangsa pengguna terbesar kedua yang ditempatkan dalam kategori ini, pengguna tersebut dilaporkan rata-rata mengonsumsi data dalam jumlah yang lebih rendah dibandingkan dengan pengguna data berat kami di empat operator lainnya, sehingga Smartfren memiliki rata-rata penggunaan data seluler bulanan per pengguna yang lebih rendah.

"Kali ini Indosat disusul oleh Telkomsel dan XL (keduanya 30,8 persen), Smartfren (29,4 persen) dan 3 (28 persen). Melihat perbedaan proporsi Leavers pengguna heavy data mobile terhadap semua pengguna di masing-masing operator, kami melihat Telkomsel dan XL memiliki perbedaan terkecil, artinya kedua operator ini kehilangan pangsa pengguna heavy data yang relatif lebih tinggi dibandingkan Indosat, 3 dan Smartfren," tandas Rizzato.

Analisis pertama Opensignal tentang Churn rate seluler di Indonesia menunjukkan bahwa pengalaman seluler penting bagi pelanggan dan merupakan pendorong Churn rate yang sangat penting di luar faktor lain seperti harga dan layanan pelanggan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore