Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Oktober 2023 | 22.15 WIB

Atasi Macet, Google Sukses Uji Coba Lampu Lalu Lintas Berteknologi AI di Beberapa Negara Ini

 

Ilustrasi: Sejak dicabutnya PPKM oleh pemerintah, banyak para pekerja yang mulai bekerja di kantor lagi, hal ini membuat adanya kepadatan lalu lintas di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com).

JawaPos.com - Dua tahun sejak diluncurkan, Google‘s Project Green Light atau Proyek Lampu Hijau Google mulai menarik perhatian dan membuat terobosan dalam dunia perencanaan Kota berkelanjutan. Diungkapkan pada acara Sustainability '23 yang diadakan perusahaan, inisiatif ini menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mengubah sinyal lalu lintas biasa menjadi alat pelawan polusi.
 
Bagaimana cara kerjanya? Sederhananya, Google menerapkan pembelajaran mesin atau Machine Learning (ML) untuk memeriksa data Maps. Alat ini juga bertugas untuk mengukur kemacetan lalu lintas, dan waktu tunggu kendaraan di lampu lalu lintas. 
 
Dilansir via Engadget, data ini kemudian melatih sistem AI untuk menyesuaikan waktu lampu lalu lintas. Tujuannya adalah untuk meminimalkan waktu menganggur dan sifat mulai-dan-berhenti berkendara di kawasan perkotaan.
 
 
Lebih jauh, Google mempunyai tujuan besar yakni membantu mitranya mengurangi satu gigaton emisi karbon pada akhir dekade ini.
 
Awalnya merupakan program percontohan di empat persimpangan di Israel, keberhasilan program ini, yang menunjukkan pengurangan penggunaan bahan bakar dan penundaan persimpangan hingga 20 persen, menyebabkan perluasan program ke 12 kota global.
 
Lokasinya sekarang mencakup Rio de Janeiro, Manchester, dan Jakarta. Lebih jauh, Google juga berencana memperluas jangkauannya di Kota-kota lain seluruh dunia pada tahun 2024.
 
 
Yael Maguire, VP Geo Sustainability Google, mengatakan sistem ini unik dalam skalabilitas dan efektivitas biaya. "Sehingga menunjukkan potensi pengurangan kemacetan lalu lintas sebesar 30 persen," jelas Yael.
 
Terlebih lagi, para insinyur kota dapat mulai melihat dampaknya dalam beberapa minggu setelah penerapannya. Hasil dari Manchester menunjukkan tingkat emisi dan kualitas udara meningkat sebanyak 18 persen 
 
Tidak ketinggalan peran Google Maps di sini. Dengan mengoptimalkan rute, layanan ini telah mengurangi sekitar 2,4 juta metrik ton emisi karbon. Hal ini sebanding dengan mengesampingkan setengah juta mobil berbahan bakar bensin selama satu tahun penuh. 

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore