Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 September 2023 | 19.32 WIB

Dibina Biar Nggak Loyo, 10 Startup PLN Connext Ikuti Pendampingan Eksplorasi Bisnis

PLN Connext lakukan pendampingan pada startup digital supaya bisa bertahan dan diterima pasar. (Istimewa). - Image

PLN Connext lakukan pendampingan pada startup digital supaya bisa bertahan dan diterima pasar. (Istimewa).

JawaPos.com - Gencarnya pemerintah mencari startup digital untuk pertumbuhan ekonomi baru berbanding lurus dengan banyaknya perusahaan rintisan yang tidak kuat bertahan dan akhirnya bangkrut. Padahal, modal yang sudah digelontorkan para founder startup dan pemodal ventura bisa dibilang tidak sedikit.
 
Fenomena ini dikenal dengan istilah 'Tech Winter'. Tech Winter adalah istilah populer yang menggambarkan kondisi perusahaan rintisan atau startup berbasis teknologi yang mulai tumbang dan gugur satu per satu karena tidak bisa bertahan. 
 
Faktor yang bikin perusahaan teknologi rintisan nggak bisa survive salah satunya adalah fundamental bisnisnya yang nggak kuat. Sering kali, startup digital hanya ikut-ikutan tren saja tanpa memikirkan kondisi pasar. Mereka tidak berpikir apakah produk mereka bermanfaat bagi masyarakat, Apakah produk mereka layak dijual, dan banyak lagi.
 
 
Oleh karenanya, saat ini pemerintah juga mulai gencar melakukan pembinaan pada setiap startup yang mengikuti beberapa program yang dibuat. Salah satunya, program Connext powered by PLN selaku BUMN listrik negara kini memasuki tahap inkubasi (pendampingan eksplorasi) bisnis. 
 
Sebanyak 10 startup yang telah terpilih kini mendapatkan bimbingan dari para mentor ahli untuk mengeksplorasi usahanya supaya kuat dan bisa bertahan dan bahkan beberapa startup yang beruntung akan diintegrasikan dengan ekosistem pengembangan bisnis PLN. 
 
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan, program inkubasi bisnis ini berlangsung selama dua bulan, sejak Agustus hingga September 2023. Darmawan optimistis, melalui program ini dapat menjangkau banyak kesempatan bisnis yang dapat dikembangkan bersama antara PLN dan startup, sehingga sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).
 
 
”Program inkubasi ini diharapkan mampu memberikan dorongan signifikan bagi industri teknologi dan non-kelistrikan di Indonesia, khususnya pada sektor elektrifikasi agritech, mobilitas, waste energy hingga efisiensi aset. Inisiatif ini akan membantu menstimulasi inovasi dan mengembangkan teknologi yang relevan sejalan dengan prinsip SDGs yang dijalankan perseroan,” ujar Darmawan di Jakarta.
 
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN, Hartanto Wibowo merinci, 10 startup yang mengikuti inkubasi PLN Connext dibagi ke dalam 4 kategori berbeda. Pertama, kategori elektrifikasi agritech antara lain Akar, Crustea, dan FisTx. Kedua, kategori elektrifikasi mobilitas, yaitu Astrobike, Otoklix, dan Maritek. 
 
Ketiga, kategori waste to energy yaitu WAUS Energy dan STB Energy. Keempat, dalam kategori optimalisasi proses bisnis PLN yaitu Kawan Ai dan TechnoGIS.
 
 
Hartanto melanjutkan, dalam proses inkubasi bisnis ini, startup akan mendapatkan beberapa fasilitas pengembangan bisnis. Seperti, diagnosis solusi produk dan model bisnis startup agar bisa mencapai product-market fit. 
 
Kemudian, terdapat pula group coaching dengan para mentor, serta sesi mentoring antara mentor dengan startup yang dilakukan secara daring. Startup yang memiliki produk bagus akan berkolaborasi dengan PLN dalam pengembangan bisnisnya.
 
”Diharapkan program inkubasi ini akan membuka jalan untuk berbagai inovasi baru dan meningkatkan daya saing lokal, serta mendorong kolaborasi antar sektor non-kelistrikan dan industri teknologi agar mampu menciptakan sinergi untuk mendorong inovasi dan keberlanjutan,” ungkap Hartanto.
 
 
Hartanto menegaskan, program inkubasi bisnis semacam ini akan terus digalakkan. Hal ini merupakan wujud komitmen PLN dalam memberikan Create Shared Value (CSV), memainkan peran ganda meningkatkan nilai-nilai kompetitif perusahaan dan secara bersamaan memajukan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
 
Hartanto menambahkan, PLN juga membuka peluang bagi startup lainnya untuk bergabung atau berkolaborasi di program ini di masa depan. 
 
"Dengan suksesnya program inkubasi ini, diharapkan akan ada peluang yang lebih banyak untuk kolaborasi antara PLN dengan startup di Indonesia demi menciptakan ekosistem PLN yang lebih dinamis dan inovatif,” tutup Hartanto. 
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore