JawaPos.com - Google dengan cepat mengintegrasikan Artificial Intelligence atau AI-nya di hampir semua produknya untuk memberikan pengalaman yang mulus kepada pengguna. Menurut 9to5google, Google sedang melakukan pengujian pada fitur Google Meet.
Yang menarik adalah bahwa fitur yang sedang diuji ini akan memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI untuk menghasilkan latar belakang video yang dapat disesuaikan. Fitur ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman rapat virtual dengan menambahkan tingkat personalisasi dan kreativitas pada panggilan video.
Saat ini, fitur yang tengah diuji itu tersedia untuk peserta Google Workspace Labs. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mendeskripsikan latar belakang yang diinginkan, dan AI akan menghasilkan gambar dinamis berdasarkan deskripsi tersebut.
Fitur ini pertama kali terlihat oleh Artem Russakovskii di Twitter. Pengguna dapat mengubah ruang virtual mereka dengan latar belakang buatan AI dari berbagai pengaturan, seperti interior mewah atau hutan secara ajaib.
Dengan menawarkan lingkungan yang dipersonalisasi yang sesuai dengan preferensi individu, fitur ini meningkatkan daya tarik visual rapat virtual dan menjadikan pengalaman lebih menarik. Melalui fitur ini juga tampaknya Google berambisi untuk menarik pengguna Google Meet yang saat ini mungkin masih menggunakan platform kompetitor mereka seperti Zoom atau Teams dari Microsoft.
Untuk mencapai hasil terbaik, Google merekomendasikan untuk menyertakan detail tentang gaya, suasana hati, pengaturan, dan objek di lingkungan saat mendeskripsikan tampilan latar yang diinginkan. Pengguna dapat mengulangi dan membuat sampel yang berbeda sampai mereka puas dengan hasilnya.
Penting untuk diperhatikan bahwa Google menekankan perlunya menghindari penyertaan informasi pribadi, rahasia, atau sensitif saat menggunakan fitur ini untuk memastikan privasi dan keamanan data.
Menurut XDA, fitur latar belakang yang dihasilkan AI ini adalah bagian dari upaya Google yang lebih luas untuk meningkatkan Google Meet, yang mencakup penyempurnaan terbaru seperti pengenalan resolusi video 1080p, mode gambar-dalam-gambar, dan berbagai efek video.
Selain itu, dalam pembaruan terkini, pelanggan Google Workspace Education Plus dapat menampung hingga 1.000 peserta dan memfokuskan tampilan rapat mereka pada penyaji sambil menyembunyikan umpan video peserta yang mengganggu.
Peredam bising juga tersedia di ponsel Android kelas atas, dan aplikasi Google Meet dapat digunakan di Android TV untuk panggilan video yang nyaman.
Fitur tampilan latar AI saat ini sedang dalam tahap pengujian dan terbatas untuk penguji Workspace Labs, terutama di Amerika Serikat (AS). Sayangnya, timeline untuk ketersediaan alat ini bagi semua pengguna Google Meet masih belum jelas.
Meski demikian, diketahui bahwa fokus Google pada AI dalam rapat virtual mencerminkan pergeseran menuju pengalaman yang lebih personal dan imersif dalam komunikasi video.
Karena bisnis terus mengandalkan alat konferensi video pascapandemi, fitur inovatif seperti ini dapat berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan dan kepuasan pengguna. Google Bard juga mendapat pembaruan yang sangat besar baru-baru ini.