
Photo
JawaPos.com - Keberadaan teknologi Artificial Intelligence (AI) semakin populer. Seperti namanya, AI atau kecerdasan buatan ini dirancang oleh manusia untuk tugas meringankan beban manusia sendiri.
AI paling terasa popularitasnya belakangan lewat kehadiran smartphone. Pasalnya, banyak vendor smartphone kerap menyebut bahwa handset yang dihadirkannya sudah membawa teknologi tersebut. Beberapa yang kerap diklaim membawa teknologi AI adalah sektor kamera, suara, dan sajian gambar kala bermain game.
Senior Manager Business Development Qualcomm Indonesia Dominikus Susanto mengungkapkan, AI sejatinya bekerja seperti otak manusia. Ada rangkaian panjang yang rumit serta membutuhkan sinergi antarsistem di dalamnya. "Misalnya kita ingin mengambil gelas di meja. Kita lihat, mau diambil, kita pikirkan, kemudian tangan kita bergerak, mengambil jalan yang paling simpel sampai saatnya gelas terambil. AI juga seperti itu," terangnya saat acara Qualcomm Snapdragon Academy baru-baru ini yang membahas tentang AI.
AI disebut memiliki sistem kerja yang mirip dengan otak manusia untuk menunaikan kewajibannya. "AI bekerja dengan sangat kompleks, sama seperti manusia yang ingin bekerja mengambil sesuatu, misalnya gelas tadi. Dimulai dari melihat, bergerak, mempertimbangkan efisiensi pergerakan sampai kepada tujuannya," imbuhnya.
AI dikatakannya akan membuat skema dalam menjalankan tugasnya. Hal-hal yang mungkin terjadi dan tak boleh terjadi juga dipertimbangkan AI dalam tugasnya. Meski rumit, AI yang ada sekarang dikatakan masih lemah. Tugasnya masih spesifik untuk satu tugas khusus. Misalnya untuk kamera, gambar yang agak gelap dibikin terang, dan sebagainya.
Dia menyebut bahwa Qualcomm sudah mulai meriset AI sejak 2007 silam. Untuk device smartphone, Dominikus menjelaskan bahwa smartphone saat ini sangat memerlukan AI. Hal itu untuk menghindari proses pencarian data yang lama, mengingat kebiasaan manusia saat ini ingin yang serbacepat.
Smartphone bukan satu-satunya perangkat yang saat ini ditopang AI. Kehadiran AI pada smartphone juga tak melulu hanya untuk flagship saja. Dia mengatakan bahwa untuk Qualcomm selaku pembuat System on Chip (SoC), AI bisa dihadirkan hingga chipset kelas menengah.
Selain smartphone, Dominikus mengatakan bahwa Qualcomm juga fokus pada pengembangan AI untuk chip-nya yang lain, seperti perangkat Internet of Things (IoT) semisal smart speaker, smart TV, otomotif, hingga industri juga ditopang kemampuan AI. Pemanfaatan AI masa mendatang juga banyak. Misalnya, robotic, pertanian, kesehatan, mobil otonom, dan sektor lainnya.
Untuk sektor otomotif, Qualcomm saat ini bermitra dengan cukup banyak pabrikan otomotif. Hal tersebut dalam upayanya mendukung terwujudnya teknologi otomasi kendaraan atau Autonomous Vehicles masa mendatang yang memungkinkan manusia bepergian dengan mobil tanpa awak.
Qualcomm mengaku bermitra dengan para vendor otomotif untuk teknologi otomasi dalam berbagai hal yang melibatkan AI. Misalnya saja ada computer vision, entertainment, komunikasi jarak jauh, dan masih banyak lagi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
