Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Maret 2019 | 19.55 WIB

Microsoft: SDM yang Masih Minim Hambat Implementasi AI di Indonesia

Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Haris Izmee - Image

Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Haris Izmee


JawaPos.com - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dipredikisi bakal berkembang pesat tahun-tahun mendatang. Implementasinya yang luas akan banyak membantu pekerjaan manusia di berbagai sektor termasuk industri.


Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee mengatakan, implementasi AI di Indonesia masih terkendala kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten. Selain itu, rendahnya implementasi AI di Indonesia untuk sektor industri lantaran masih adanya perbedaan pandangan soal AI antara pemimpin perusahaan dengan karyawan.


"Untuk dapat meraih potensi tersebut (keuntungan di berbagai sektor atas kemudahannya) secara menyeluruh. Dibutuhkan SDM yang memadai untuk tetap relevan di lingkungan bisnis berbasis AI," katanya di sesi media di Jakarta, Selasa (12/3).


Haris memaparkan, tahun ini Microsoft bersama IDC melakukan riset bertajuk 'Future Ready Business: Assesing Asia Pacific's Growth Potential Through AI'. Dalam risetnya itu, mereka menyurvei 112 pemimpin bisnis dan 101 karyawan di Indonesia. Terlepas dari potensi ekonomi yang bisa diraih di Indonesia terkait AI, hasilnya hanya 14 persen organisasi yang benar-benar telah mengimplementasikan AI.


Menurut Haris, meski saat ini implementasi AI terbilang rendah, namun pada masa depan jika dibandingkan dengan negara kawasan APAC dengan nilai 42 persen, Indonesia memiliki nilai perbaikan inovasi yang lebih besar yakni 57 persen di tahun 2021. Haris juga menepis kekhawatiran AI bakal menggantikan tugas manusia.


Pasalnya, pusat AI adalah manusia itu sendiri. Teknologi AI diciptakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang menghambat produktivitas manusia. Namun teknologi tersebut tidak dirancang untuk berinteraksi selayaknya manusia. "Tingginya permintaan terhadap AI yang dalam pembuatannya menbutuhkan soft skill menandakan bahwa AI masih membutuhkan manusia, bukan menggantikan manusia," katanya.


Bagi Microsoft, lanjut Haris, AI adalah tentang meningkatkan kecerdikan manusia. Bukan menggantikan manusia secara keseluruhan. "Pola pikir inilah yang kami bangun dan sosialisasikan ke masyarakat. AI adalah instrumen yang mendorong manusia untuk mampu mencapai lebih melalui keterampilan baru yang diciptakan untuk dapat mengoperasikan teknologi tersebut," jelasnya.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore