Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 November 2015 | 22.25 WIB

Hebat, Mahasiswi Teknik Kimia Ciptakan BBM Alternatif Bio-Oil dari Kulit Nangka

Hebat, Mahasiswi Teknik Kimia Ciptakan BBM Alternatif Bio-Oil dari Kulit Nangka - Image

Hebat, Mahasiswi Teknik Kimia Ciptakan BBM Alternatif Bio-Oil dari Kulit Nangka

Aksi demo yang terkait dengan bahan bakar minyak (BBM) kerap terjadi karena harganya terus melangit.



Itulah yang membuat Cynhtia  Widjaja, mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), membuat alternatif BBM dengan memanfaatkan kulit nangka.



Mengusung tema biorefinery concept on jackfruit peel waste: bio-oil upgrading, Cynthia Widjaja membuat inovasi yang berupa pemanfaatan nangka yang memiliki manfaat bio-oil.



“Saya berpikir simpel. Nangka itu punya bahan kandungan gas sehingga akhirnya saya nekat mengembangkan penelitian bio-oil ini,” kata Cynthia seperti yang dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Minggu (22/11).



Pada awal pembuatan bio-oil, Cynthia mencuci kulit nangka dan menjemurnya hingga kering. Setelah dikeringkan, kulit nangka dipotong menjadi beberapa bagian, lalu diblender hingga menjadi serbuk.



Serbuk tersebut dibakar tanpa oksigen ke dalam reaktor pirolisis hingga menghasilkan produk gas dan padat.



Produk gas itu didinginkan dengan kondensor hingga menghasilkan cairan yang bernama bio-oil. Tak berhenti di situ, bio-oil tersebut masih diolah untuk dimurnikan melalui proses adsorpsi.



Dalam proses adsorpsi tersebut, Cynthia juga memakai beberapa bahan tambahan. Yaitu, batu zeolit dan silica gel.



Dua bahan tersebut memiliki sifat mudah menyerap air. Tahap terakhir dalam proses tersebut adalah proses pemisahan dan penyaringan  bio-oil dengan dua bahan itu.



Tujuan proses adsorpsi adalah mengurangi kadar air yang terkandung dalam bio-oil serta membandingkan metode dan hasil mana yang lebih baik dan sesuai dengan keinginan.



“Hasil akhir dari bio-oil yang sudah dimurnikan itu sudah memenuhi standar sebagai pengganti bahan bakar untuk alat industri,” ujar anak kedua di antara tiga bersaudara tersebut.



Karena keseriusannnya dalam penelitian itu, dara yang gemar pelajaran kimia sejak SMA tersebut mengajukan hasilnya ke Tica Award di Jepang.



Dia pun berhasil meraih juara kedua dan berkunjung ke Taiwan untuk mengikuti student exchange. Dosen pembimbingnya, Wenny Irawati, mengakui bahwa mahasiswa yang meraih IPK 3,95 tersebut memiliki  karakter pantang menyerah dan ulet dalam penelitian.  



“Dia sangat rajin. Mungkin, itulah yang membuat dia pantas mendapatkan IPK cumlaude,” katanya. (han/hen/awa/jpg)

Editor: Arwan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore