
Pendiri Telegram Pavel Durov
JawaPos.com - Pendiri Telegram Pavel Durov mengakui jumlah pengguna Telegram di Indonesia cukup banyak. Karena itu dia menolak keputusan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk memblokir aplikasi yang digawangi tersebut.
Atas upaya pemblokiran dari Kemenkominfo itu, Pavel menawarkan tiga solusi untuk menyaring sejumlah konten terorisme dan ujaran kebencian. Akankah solusi itu disepakati pemerintah Indonesia?
Pakar IT Security Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) Setiadi Yazid mengatakan, secara teknis masalah komunikasi antar teroris tetap belum selesai meski Telegram diblokir.
Usaha menyaring isi berita tidak akan 100 persen efektif, karena software yang digunakan bisa saja salah dalam mengartikan suatu berita. "Dan dengan kesalahan ini berarti mungkin juga berita yang tidak berkaitan dengan terorisme akan ikut tercekal," tegasnya kepada JawaPos.com, Minggu (16/7).
Dampak lain, kata Setiadi, solusi ini membutuhkan Telegram untuk membaca semua berita yang lewat. Artinya privasi pengguna tidak lagi terjaga. "Dan ini akan membuat pengguna Telegram tidak akan senang. Jadi kemungkinan besar Telegram tidak akan menerapkan penyaringan ini sepenuhnya," tukasnya.
Setiadi menduga bisa saja kebijakan itu hanya diberlakukan untuk Indonesia saja. Atau mungkin juga hanya sebagai pernyataanuntuk menunda pemblokiran dari pemerintah Indonesia.
"Secara teknis pemblokiran konten atau isi berita cukup sulit untuk dijamin efektifitasnya. Selain itu akan sulit juga untuk mendeteksi ada atau tidaknya kebocoran dalam usaha pemblokiran ini," ungkapnya.
Berikut tiga solusi yang ditawarkan Pendiri Telegram Pavel Durov kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)
1. Kami telah memblokir seluruh kanal yang berkaitan dengan terorisme seperti yang telah dilaporkan oleh Kemenkominfo.
2. Saya mengirim email balik ke Kemenkominfo untuk membangun kanal komunikasi langsung. Itu akan membuat kami bekerja lebih efisien untuk mengidentifikasi dan memblokir propaganda teroris di masa depan.
3. Kami akan membangun tim yang memiliki pengetahuan tentang bahasa Indonesia dan kultur untuk menjadi moderator yang bisa memproses berbagai laporan terkait konten teroris dengan lebih cepat dan akurat. (cr1/JPG)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
