
Ilustrasi: penggunaan peta digital Waze
JawaPos.com – Penggunaan peta digital belakangan marak digunakan untuk membantu aktivitas penggunanya. Melalui toko aplikasi yang ada pada smartphone dengan sistem operasi Android Play Store dan Apple iOS, berseliweran aplikasi peta digital. Raksasa pencarian Google bahkan memiliki dua aplikasi tersebut seperti Waze dan Google Maps.
Namun kebanyakan penggunanya termasuk di Indonesia banyak yang belum mengetahui perihal perbedaan kedua aplikasi tersebut. Kebanyakan hanya tahu bahwa keduanya sama-sama mengantarkan penggunanya sampai ke tujuan.
Agak sulit memang melihat perbedaan kedua layanan peta digital tersebut. Sebab meskipun keduanya memiliki nama yang berbeda, namun fungsi dan fitur di dalamnya memiliki kesamaan yang kurang disadari pengguna.
Fitur tersebut antara lain mode khusus pemotor, mendeteksi jalur dengan aturan ganjil genap, mendeteksi adanya momen car free day yang ada di beberapa kota besar, serta beragam fitur lainnya.
Terkait hal tersebut, Country Manager Waze Indonesia Marlin Siahaan mengatakan, di tengah-tengah kesamaan fungsi antara dua aplikasi tersebut sesungguhnya memiliki perbedaan yang terlihat signifikan. “Ada perbedaan yang cukup besar dalam penggunaan Waze dan juga Google Maps,” ujar Marlin di Jakarta beberapa waktu lalu.
“Waze digunakan oleh pengguna yang telah mengerti ke mana tujuan yang ingin mereka capai, sehingga Waze dapat membantu untuk memberikan alternatif jalur tercepat yang bisa diakses pengguna. Sementara untuk Google Maps cenderung untuk eksplorasi jalur,” tambah Marlin.
Dia menyebut bahwa orang yang menggunakan Google Maps biasanya merupakan karakter orang yang suka dengan pengalaman dan eksplorasi. Sebab, dengan Google Maps pengguna tidak hanya diantarkan melalui rute atau jalur tercepat yang ingin mereka gunakan.
Lebih lanjut, dengan Google Maps pengguna akan mendapatkan informasi metode atau pilihan kendaraan umum yang bisa digunakan untuk mengakses suatu lokasi yang ingin mereka cari.
“Waze lebih ke navigasi platform di mana pengguna sudah tahu mau ke mana mereka pergi. Kalau Google Maps lebih ke discovery apps yang biasanya kita tahu di situ ada restoran, kita tahu mau pake apa ke sana, mobil, atau jalan kaki, dan lain-lain," jelas Marlin.
Jadi, lanjut Marlin, Waze sebenarnya lebih ditujukan kepada mereka yang sudah mengetahui lokasi tujuan dan menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini dikarenakan Waze didesain untuk menavigasi para penggunanya. Berbeda dengan Google Maps yang menyediakan kesempatan untuk penggunanya mengeksplorasi lokasi.
Meski berbeda, keduanya sama-sama memiliki kapabilitas untuk mengantarkan penggunanya sampai kepada tujuan tertentu. Jadi kamu tidak perlu risau untuk memilih aplikasi mana yang ingin kamu gunakan untuk mengantarkan kamu ke tujuan tertentu. Tinggal kamu memilih apakah mau yang lebih praktis atau suka dengan petualangan dan eksplorasi tempat baru. Gampang bukan?

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
