Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Mei 2021 | 20.48 WIB

Eri Cahyadi: Target Pendapatan Minimal Warga Surabaya Rp 7 Juta per KK

Kepala Bappeko Ero Cahyadi. (Dite Surendra/Jawa Pos) - Image

Kepala Bappeko Ero Cahyadi. (Dite Surendra/Jawa Pos)

HARI ini bilangan umur Kota Pahlawan bertambah. Surabaya genap berusia 728 tahun. Metropolis memang bertambah tua. Namun, pembangunan ibu kota Jawa Timur itu tidak lantas mandek. Wali Kota Eri Cahyadi memiliki sejumlah mimpi yang hendak diwujudkan.

Hari ini Surabaya genap berusia 728 tahun, apa harapan Anda sebagai wali kota?

Masyarakat Surabaya harus seluruhnya mempunyai pekerjaan. Baik pekerjaan melalui UMKM. Atau yang melalui kontrak dengan perusahaan.

Selain itu?

Kesejahteraan warga harus meningkat. Pendapatan bertambah. Untuk mewujudkan itu, pendataan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), insya Allah, harus saya lakukan. Target saya, pendapatan minimal warga Surabaya bukan Rp 4,3 juta (UMK Surabaya). Tapi, Rp 7 juta per KK.

Bagaimana langkah pemkot untuk meningkatkan pendapatan warga?

Itu adalah fungsi pendataan. Dengan pendataan, pemkot akan mendapatkan informasi. Berapa warga yang MBR. Selain itu, jumlah pendapatan warga. Yang MBR kami sentuh dengan sejumlah kebijakan. Sehingga status mereka bergerak. Tidak lagi MBR. Pendapatan warga sangat dibutuhkan. Nanti ada informasi berapa pemasukan warga dalam satu bulan. Jika masih kurang dari Rp 7 juta, insya Allah warga akan mendapatkan bantuan.

Wujud bantuan untuk MBR dan warga yang penghasilan belum Rp 7 juta apa saja?

Misalnya, pemkot memiliki sejumlah aset yang belum dimanfaatkan. Contohnya, tambak. Nah, nanti warga MBR dikumpulkan. Setelah itu, mereka diberi pelatihan memanfaatkan tambak. Misal, budi daya ikan atau udang. Seluruh hasil panen menjadi hak warga MBR. Warga yang penghasilan belum mencapai Rp 7 juta akan dilatih. Menjadi pelaku UMKM. Contohnya, membuat sepatu, kue, atau kerajinan. Pemkot akan membeli produk UMKM tersebut.

Selain itu, misal dalam satu KK ada lima orang. Pendapatan bergantung pada kepala keluarga. Namun, gaji per bulan belum mencapai Rp 7 juta. Kami akan tawarkan kepada ibu rumah tangga menjadi pelaku UMKM. Atau anak bisa menjadi satgas di pemkot. Sehingga pendapatan satu KK bisa bertambah.

Kapan tuntas pendataan MBR dan pendapatan warga itu?

Saya sudah berkeliling ke sejumlah kelurahan. Pendataan sudah berjalan. Paling lambat 4 Juni tuntas. Setelah itu, pemkot bisa mendapatkan berapa warga yang pendapatannya di bawah Rp 7 juta.

Surabaya juga dikenal dengan infrastrukturnya. Setiap tahun muncul pembangunan baru. Ke depan bagaimana wajah Kota Pahlawan?

Sebenarnya, begini, Surabaya adalah kota jasa. Maka, harus ada perkembangan tempat-tempat yang bisa menggerakkan ekonomi. Ekonomi tidak hanya memberikan tempat bagi investor besar. Tapi, juga menggerakkan ekonomi UMKM yang kita bina. Inilah wajah Surabaya.

Bagaimana cara Pak Wali Kota untuk menggerakkan ekonomi tersebut?

Berarti kita harus menciptakan tempat baru yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM. Bukan infrastruktur yang harus tampak, tetapi tidak langsung menyentuh ke masyarakatnya. Kita harus membuat sesuatu yang baru, investasi yang baru, tetapi bisa menarik masyarakat untuk bekerja di sana. Saat ini kita fokus ke transportasi massal.

Kedua, kita akan membangun tempat baru yang jadi jujukan orang. Misalnya, kita mau olahraga ke Gelora Bung Tomo (GBT), berarti harus ada fasilitas yang bermacam-macam. Kalau sudah jadi kawasan olahraga, berarti secara otomatis kita lihat bentuk kan, tempat makan di sana, UMKM bergerak. Nah, ini wajah Surabaya kita ubah seperti itu. Jadi, investasi yang masuk, sesuatu yang dibangun oleh pemerintah itu adalah yang bisa menunjukkan warga Surabaya tidak ada lagi yang tidak bekerja dan memiliki pendapatan.

Infrastruktur apa yang akan dibangun?

Yang kita fokuskan pembangunan pasar. Karena nanti pada 2022, ada beberapa pasar. Empat atau lima yang akan kita jadikan pasar percontohan prioritas. Jadi, di sana itu tetap menjual kebutuhan pokok seperti sayur, tapi lokasi pasarnya bersih. Koyok supermarket ada trolinya. Itu sudah kita bentuk sekarang.

Pasar mana, Pak?

Rahasia, hehe.

Selain itu, pembangunan apa lagi, Pak?

Kita akan bangun kota lama. Menjadi destinasi wisata. Pemkot sudah bekerja sama dengan sejumlah universitas. Salah satunya Ampel. Akhir tahun insya Allah menjadi destinasi wisata. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore