
Photo
JawaPos.com- Program vaksinasi memang terus berjalan. Tidak terkecuali di wilayah aglomerasi Surabaya Raya. Saat ini, dosis vaksin Covid-19 berlimpah. Namun, tidak seperti bulan-bulan sebelumnya, belakangan ada potensi pelambatan capaian. Baik dosis pertama maupun dosis kedua. Karena itu, pemerintah mesti mencari strategi baru untuk percepatan vaksinasi.
Di banyak tempat serbuan vaksinasi, antusiasme warga untuk mengikuti vaksinasi tampaknya mulai menurun. Bahkan, untuk menarik minat masyarakat agar mau divaksin, belakangan tidak sedikit panitia penyelenggara yang memberikan hadiah. Dari hadiah kerang hijau seperti di Desa Randuboto, Sidayu, atau hadiah APD seperti yang digelar MUI Gresik.
Berdasar data terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sampai Rabu (29/9), capaian vaksinasi di wilayah aglomerasi Surabaya Raya, yang sudah mencapai target minimal 70 persen hanya Kota Surabaya. Untuk dosis pertama sudah mencapai 2,4 juta orang atau 108 persen. Sedangkan dosis kedua, sebanyak 1,6 juta jiwa (71,62 persen).
Adapun di Sidoarjo, capaian vaksinasi dosis pertama baru 999.922 orang atau 61,9 persen. Masih kurang 8,1 persen lagi untuk dapat mencapai sasaran minimal 70 persen. Untuk dosis kedua, baru sebanyak 501.103 orang (31,04 persen). Sementara itu, di Kabupaten Gresik, capaian vaksinasi dosis pertama juga baru menyasar 644.560 orang (63,71 persen) atau kurang 6,3 persen. Untuk vaksinasi dosis kedua, baru 242.933 orang atau 24,01 persen.
Menanggapi itu, praktisi kesehatan masyarakat dr Asluchul Alif MKes menyatakan, ada beberapa faktor terjadinya penurunan antusiasme warga untuk mengikuti vaksinasi. Faktor eksternal antara lain karens situasi Covid-19 belakangan terus melandai. Karena itu, warga merasa tidak perlu lagi vaksinasi. Baik mereka yang belum vaksinasi maupun yang sudah vaksin dosis pertama.
‘’Faktor internal, bisa jadi warga yang belum vaksin itu memang antivaksin atau tidak mau divaksin karena takut,’’ ungkap alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair itu.
Fenomena pelambatan capaian vaksinasi tersebut juga dirasakan Alif langsung. Di rumah sakit miliknya, yakni RS Fathma Medika Sembayat Gresik. saat ini mendapat jatah vaksin sebanyak 9.000 dosis. Pihaknya sudah membuka seluas-luasnya kepada warga untuk dapat mengikuti vaksin. Namun, kuota vaksin belum terserap optimal.
‘’Tidak seperti awal-awal dulu, langsung diserbu. Kini, memang terjadi tren pelambatan,’’ paparnya.
Alif sudah mengusulkan ke pemkab ada perubahan cara untuk mengejar sasaran vaksinasi tersebut. Yakni, seluruh desa untuk membuat dashboard capaian vaksinasi. Pemerintah desa mesti mendata warga masing-masing sesuai nomor induk kependudukan (NIK). Siapa yang sudah vaksin pertama, kedua, dan yang belum sama sekali.
‘’Jadi, bergerak dengan basis dashboard itu. Selanjutnya, petugas jemput bola langsung ke lokasi-lokasi sasaran,’’ kata Alif,
Bisa juga, lanjut dia, warga yang belum vaksin atau tidak melanjutkan vaksinasi dosis pertama tu lantaran kesibukan kerja. ‘’Karena itu, petugas juga harus langsung melakukan gerebek vaksin ke perusahaan atau pabrik-pabrik yang padat pekerja. Kalau warga diminta datang, tampaknya mulai ada keengganan dengan beragam alasan,’’ ungkapnya.
Dia juga sependapat, pemerintah untuk terus menerapkan kebijakan aplikasi PeduliLindungi di semua tempat-tempat pemerintahan, layanan publik maupun tempat-tempat umum. Atau, hanya mereka yang sudah divaksin yang dapat mengakses layanan atau boleh mendatangi tempat-tempat publik tertentu. Dengan demikian, ada kebijakan mengikat untuk masyarakat agar mau vaksinasi demi keamanan dan keselamatan bersama.
‘’Ingat, pandemi Covid-19 ini belum berakhir. Potensi terjadi gelombang ketiga, masih terbuka. Jadi, tetap hulu dan hilirnya harus sama-sama gerak agar tidak ada lonjakan lagi,’’ ucap dia.
Memang, meski terus membaik, tetapi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 setiap hari selalu ada. Data Pemprov Jatim pada Rabu (29/9), misalnya. Jumlah warga di Surabaya yang baru terpapar virus korona ada sebanyak 36 orang, Sidoarjo 12 orang, dan Gresik 8 orang. Karena itu, pelonggaran-pelonggaran perlu dilakukan, namun percepatan vaksinasi dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes) adalah harga mati.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
