Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Agustus 2020 | 19.48 WIB

Rekom PDIP untuk Pilwali Surabaya Sudah Final, Tinggal Diumumkan

TOKOH PENTING: Figur Tri Rismaharini diharapkan PDIP sebagai pendulang suara saat pilwali. (PDIP for Jawa Pos) - Image

TOKOH PENTING: Figur Tri Rismaharini diharapkan PDIP sebagai pendulang suara saat pilwali. (PDIP for Jawa Pos)

JawaPos.com - Rekomendasi calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya dari DPP PDI Perjuangan sudah final. Tinggal menunggu hari baik untuk mengumumkannya. Tapi, pengurus banteng moncong putih itu ingin sekalian dibarengkan dengan empat daerah lain di Jawa Timur. Yakni, Pacitan, Sidoarjo, Jember, dan Situbondo.

Hari ini (30/8) Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dijadwalkan ke kantor DPD PDIP Jatim untuk konsolidasi. Apakah akan sekalian pengumuman paslon yang mendapat rekomendasi? Wakil Ketua Bidang Pemenangan (BP) Pemilu DPD PDIP Jatim Deni Wicaksono belum bisa memastikan hal itu hingga kemarin. Tapi, dia meyakinkan paslon sudah final. ’’Seperti yang disampaikan Mbak Puan, nama paslon sudah ada di dalam amplop,’’ jelasnya.

Pengumuman paslon di pilwali Surabaya terbilang paling buncit. Sudah empat gelombang partai itu mengumumkan paslon pilkada, tapi Surabaya tak ikut dipublikasikan. Kali terakhir rekomendasi dibacakan pada Jumat (28/8), Surabaya hanya disinggung sedikit oleh Ketua Bidang Politik DPP PDIP Puan Maharani.

Penentuan calon wali kota dari PDIP memang alot. Dari informasi yang dihimpun, hal itu dipicu sejumlah faksi yang muncul di internal partai. Terhitung ada tiga kubu. Yakni, Risma, Whisnu, dan Bambang D.H. Ketiganya disebut-sebut memiliki basis pendukung dan pengaruh yang kuat. Risma sekarang menjadi pengurus DPP bagian kebudayaan.

Menurut Risma, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah mengetahui calon yang tepat untuk memimpin Surabaya. Dia juga sudah diajak berdiskusi terkait dengan siapa calon penggantinya. Mega ingin sosok yang visioner dan mampu memajukan Surabaya. ’’Semua kader juga diajak berdiskusi. Keputusan ada di DPP PDIP,’’ tuturnya.

Pakar komunikasi politik Universitas Airlangga Surabaya Suko Widodo menilai dinamika di PDIP Surabaya begitu menarik. Ada kesan kuat Risma mendukung Eri sebagai penggantinya. Tapi, hal itu jadi mengorbankan Whisnu. Padahal, Whisnu mendaftar sebagai calon wali kota.

’’Sumber masalahnya, karena tidak ada kompromi antara Bu Risma dan Whisnu Sakti Buana,’’ katanya.


Menurut Suko, pengaruh faksi di internal PDIP Surabaya tidak signifikan. Sebab, kuncinya ada di Mega. Siapa pun nanti yang dipasangkan dan direkomendasikan, kader dan pengurus pasti akan mendukung penuh. Sebab, kader PDIP memang dikenal loyal dan militan. ’’Kuncinya tetap ada di DPP. Seluruh elemen internal partai akan tunduk pada keputusan pusat,’’ jelas Suko.

Soal faksi, Deni menepis anggapan tersebut. Menurut dia, alotnya penetapan rekomendasi bukan karena perpecahan. ’’Kami tetap solid. Rekomendasi turun, kader wajib mendukung,’’ tegasnya.

MENGERUCUT JELANG DAFTAR PILWALI

MACHFUD-MUJIAMAN

  • Sudah mengantongi 7 rekomendasi

  • Total kursi dari partai koalisi sudah 32 kursi

  • PPP rencananya hari ini menyerahkan rekomendasi


PDIP

  • Belum resmi mengumumkan jago untuk pilwali

  • Siap mengusung calon sendiri dengan modal 15 kursi di dewan


PSI

  • Belum menentukan sikap

  • Tidak bisa mengusung calon sendiri karena cuma punya 4 kursi

  • Pilihannya, harus merapat ke kubu Machfud-Mujiaman atau PDIP


Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=M7dmwTKEWTE

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore