Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 April 2021 | 18.58 WIB

Uji Coba Penyekatan Mudik, Nopol Non-Surabaya Raya Tak Boleh Masuk

CEK PERSIAPAN: Jalur masuk Surabaya dipisahkan antara yang bernopol Surabaya dan bukan untuk memudahkan penyekatan. (Dimas Maulana/Jawa Pos) - Image

CEK PERSIAPAN: Jalur masuk Surabaya dipisahkan antara yang bernopol Surabaya dan bukan untuk memudahkan penyekatan. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono meninjau uji coba titik penyekatan mudik di bundaran Waru Kamis (29/4). Dia merasa puas dengan persiapan yang sudah dijalankan. Istiono meminta masyarakat tidak nekat mudik.

Jenderal bintang dua itu tiba sekitar pukul 11.00. Dia sempat memberikan arahan kepada personel yang disiagakan. ”Operasi ini dilakukan dalam rangka kemanusiaan. Utamakan tindakan persuasif dan humanis,” tuturnya.

Istiono menerangkan, larangan mudik berlaku mulai 6 Mei. Namun, sejak jauh hari persiapan harus dimatangkan. Dengan begitu, petugas bisa maksimal dalam mengantisipasi pemudik.

Menurut dia, nanti tidak ada toleransi bagi pemudik. Mereka akan diminta putar balik. ”Kita lihat tadi semua sudah all-out. Personel, sarana-prasarana, maupun cara bertindaknya sudah benar,” katanya setelah meninjau simulasi penyekatan.

Dari pantauan, di titik penyekatan itu terdapat sejumlah pembatas jalan. Masing-masing dijaga petugas. Mereka memeriksa setiap pengendara yang melintas.

Dalam prosesnya, kendaraan yang melintas dipisah berdasar nopol. Hanya kendaraan dengan nopol Surabaya Raya yang diperbolehkan melintas. Itu pun dengan catatan, pengendaranya punya tujuan jelas. Juga, mempunyai bukti bebas Covid-19.

Di sisi lain, kendaraan dengan nopol luar kota dilarang masuk ke Kota Pahlawan. Kecuali, pengendaranya punya tujuan yang mendapat toleransi. Misalnya, dalam rangka tugas atau mengirim kebutuhan pokok.

Istiono mengatakan, Covid-19 adalah ancaman nyata. Hingga saat ini, persebarannya belum berhenti. ”Masyarakat harus sadar, cara menghindarinya dengan mengikuti anjuran pemerintah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyoroti potensi pemudik melewati jalur tikus. Istiono menegaskan, potensi tersebut perlu diantisipasi dengan optimal. Di antaranya, menempatkan personel. ”Instruksi pemerintah harus ditegakkan. Deteksi dan tangkal arus mudik,” ungkapnya.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Johnny Eddizon Isir memaparkan, secara global persiapan penyekatan sudah siap. Menurut rencana, terdapat 13 titik penyekatan utama di metropolis. Lokasinya tersebar di seluruh kawasan. ”Tidak ada toleransi bagi pemudik,” tegasnya. Isir menambahkan, pihaknya menyiapkan beberapa pos untuk mendukung personel yang melakukan penyekatan. Mulai pos pengamanan, pos pelayanan, sampai pos pantau.

Baca Juga: Indriyanto jadi Anggota Dewas KPK, MAKI: Polisi Banget

Isir optimistis penyekatan arus mudik bisa berjalan sesuai harapan. Sebab, jajarannya sudah punya pengalaman saat melakukannya pada pembatasan sosial skala besar (PSBB). ”Teknisnya tidak jauh beda,” ucap peraih Adhi Makayasa atau lulusan terbaik Akpol 1996 tersebut.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=b5bLE0qKL3g

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore