
Photo
JawaPos.com- Nasib puluhan jemaah umrah yang tertunda berangkat belum jelas hingga Selasa (27/9). Mereka masih menunggu kepastian jadwal dari maskapai Saudia Airlines. Atas kejadian itu, pihak travel melaporkan stakeholder terkait ke Polda Jatim.
Ada 94 jemaah umrah yang keberangkatannya terpaksa ditunda. Mereka berasal dari dua rombongan travel. Penundaan tersebut imbas petugas KKP yang saat itu belum datang di lokasi untuk validasi ICV jemaah. Hal tersebut mengakibatkan jemaah telat untuk boarding.
Saeful Merhawi Abdul Gani, pendamping jemaah dari travel Sabilina, mengatakan, pihaknya membawa 63 jemaah. Saat ini mereka masih berada di hotel sekitar bandara. Pihaknya masih menunggu kepastian dari maskapai Saudia Airlines hingga kemarin. ’’Sambil menunggu, jemaah kami inapkan di empat hotel dekat bandara,’’ ucapnya.
Kejadian tersebut membuat travel harus menjadwal ulang semuanya. Baik pesawat maupun hotel. Sebab, ada jemaah yang seharusnya sudah berada di Kuala Lumpur. Lantas, terbang ke Saudi pada Senin (26/9) sore. Karena ada kejadian tersebut, semua diatur ulang. ’’Hotel aman bisa dijadwal ulang, tapi pesawat ini yang belum tahu,’’ katanya.
Saeful menjelaskan, Surabaya–Kuala Lumpur bisa di-reschedule oleh AirAsia. Nah, penerbangan menggunakan Saudia Airlines yang belum memberi kepastian jadwal penerbangan. ’’Jika ada informasi resmi, baru jemaah diterbangkan dari Juanda ke Kuala Lumpur,’’ terangnya.
Mengenai kerugian, travel belum memerinci. Yang jelas, beber Saeful, mental jemaah juga terdampak. Maklum, mereka berangkat dari Jember sudah pamit umrah. Ternyata sampai di bandara, keberangkatannya harus ditunda akibat kelalaian petugas terkait.
Selain itu, kerugian materi pasti ada. Dua hari, 63 jemaah menginap di hotel. Kebutuhan makan juga ditanggung travel. Kerugian yang sama dialami travel Mafaza. Yang ikut dalam satu rombongan 94 jemaah.
Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) DPD Jatim Muhammad Sufyan Arif mengatakan, 31 jemaah dari travel Mafaza sudah terbang ke Malaysia kemarin. ’’Tapi, mereka terbang dulu ke Jakarta, lalu ke Kuala Lumpur,’’ ucapnya.
Menurut Sufyan, dua travel itu jelas mengalami kerugian. Misalnya, travel Mafaza, mereka akhirnya menerbangkan jemaahnya ke Jakarta, lalu ke Malaysia. ’’Tinggal mengalikan saja biaya kerugiannya berapa,’’ terangnya.
Terkait kerugian tersebut, pihak travel melaporkan kejadian itu ke Polda Jatim. Kelalaian tersebut mengakibatkan kerugian materi dan psikis. Sebab, semua syarat jemaah terpenuhi dan valid. Masalahnya hanya pada petugas yang memvalidasi ICV.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
