
Ilustrasi. Alfian Rizal/Jawa Pos
Susuk dan kekuatan magisnya dikenal sejak lama. Eksistensinya bertahan hingga di masa yang serbadigital seperti sekarang. Bahkan, kini banyak orang yang masih muda memakainya. Salah satu alasannya adalah bertahan di tengah persaingan dunia kerja.
---
HAL itu diungkapkan Chintiya Anjani, perempuan yang mengaku praktisi spiritual di Surabaya. Yang datang kepadanya untuk meminta dipasangi susuk berasal dari semua umur. Banyak macam tujuan pemasangan susuk. Mulai menarik pelanggan hingga soal asmara. Biasanya, tempat pemasangan susuk akan mengikuti tujuan dari pasien. Jika pasangan yang dicari, susuk dipasang di titik sensual tubuh.
Jawa Pos lantas mewawancarai salah seorang pengguna susuk. Sebut saja, Amel. Dia memasang susuk untuk urusan pekerjaan. Maklum, pekerjaannya sebagai sales gawai dituntut untuk bisa menjual sesuai target. Apalagi, persaingan sesama teman begitu kuat. ’’Hanya untuk pekerjaan agar lancar,’’ terangnya.
Karena penjualan macet, Amel memilih pasang susuk di sebuah kota di Jatim. Setelah berbincang tentang segala sesuatunya, susuk pun dipasang. Dia mengaku tidak ada yang dirasakan setelah pemasangan susuk. Hanya, ada pantangan yang harus dilakukan. Yakni, dilarang makan daun kelor. Jika dilanggar, otomatis daya pikatnya hilang.
Sayang, hasilnya tak kunjung terlihat. Penjualannya masih seret. Parahnya, tubuh remaja cantik itu malah kena gangguan mistis. Energi negatif justru masuk ke tubuhnya. Kepalanya pusing hingga badan terasa cepat lelah.
Ketika berkonsultasi dengan praktisi spiritual, dia dikatakan mendapat serangan dari rekannya sendiri. Mereka bersaing soal pekerjaan. Amel menyatakan, ada beberapa sales promotion girl (SPG) atau sales promotion boy (SPB) handphone yang juga menggunakan susuk. Mereka pun saling serang meskipun kepada sesama teman akrab.
Menurut dia, persaingan sesama sales memang begitu tinggi. Hal tersebut hampir terjadi di seluruh pusat perbelanjaan. Karena itu, dia berkeinginan memasang susuk kembali. ’’Sudah biasa di depan saling bercanda, tetapi di belakang saling serang,’’ terangnya.
Chintiya Anjani membenarkan adanya hal tersebut. Menurut dia, ada banyak sales yang memasang susuk. Bukan hanya sales yang berjualan gawai, melainkan juga pedagang yang menjual pakaian dan parfum. Karena itu, dia menepis anggapan bahwa susuk hanya untuk para wanita penghibur, terapis, atau mereka yang ingin memikat pasangan.
Tidak semua susuk yang dipasang berhasil. Sebagaimana kasus Amel. Dia diserang energi negatif dari saingan rekan kerjanya. Karena itu, tubuhnya harus dibersihkan. Auranya pun harus dibuka. Berbagai ritual harus dilakukan. Di antaranya, mandi di laut saat malam Anggoro Kasih alias Selasa Kliwon dan mandi di malam Jumat Kliwon.
Chintiya menjelaskan, kalaupun harus pasang susuk lagi, ada proses dan ritual yang dilakukan. Tidak asal sembarangan. Dengan demikian, hasilnya bisa maksimal. Kodam yang dimasukkan bisa bekerja sesuai tujuan. Selain itu, susuk yang dipasang, baik dari emas maupun berlian, harus diolesi minyak khusus. Harus juga dipuasai. ’’Sukses tidaknya itu berasal dari kekuatan dan keilmuan yang memasangnya,’’ ucap Chintiya.
Jika masih terdapat energi negatif, tubuh pasien harus dibersihkan dahulu. Jika tidak bisa, akan terjadi benturan. Ada pantangan yang harus dilakukan seperti dilarang makan jantung pisang, daun bidara, dan daun kelor. Nah, kalau untuk yang larangan makan sate, itu hanya mitos.
Meski begitu, menurut dia, orang yang menggunakan susuk harus tetap percaya diri. Jika tidak bisa, itu malah jadi kurang optimal. Sebab, semua kembali kepada sang pengguna. Interpersonal harus tetap ditingkatkan. Begitu pun soal public speaking. Tidak berarti setelah pasang susuk, mereka bisa enak-enakan. Tetap harus berusaha.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022