
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati. (DPRD Surabaya/Antara)
JawaPos.com- DPRD Surabaya kembali menagih janji Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya untuk mendatangkan 36 feeder atau angkutan pengumpan. Sebab, hingga menjelang tutup tahun, angkutan pengumpan itu tidak kunjung tiba.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati mengatakan, pihaknya sudah menanyakan perihal itu ke Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan (BPBJAP) Pemkot Surabaya.
Pemkot pun belum bisa memastikan apakah 36 unit feeder bisa didatangkan sekaligus atau tidak. Sangat bergantung pada mekanisme transaksi yang dilakukan dishub. Apakah sistem paket atau per unit. ”Kalau per unit, ya datangnya satu per satu. Tidak sekaligus,” kata Aning.
Dewan tidak mempersoalkan apakah pengadaan menggunakan sistem paket atau tidak. Aning meminta penyediaan feeder jangan sampai ditunda. Meskipun, angkutan itu baru bisa beroperasi pada tahun depan. Sebab, dewan sudah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan 36 unit feeder pada tahun anggaran 2022. ”Kami selalu berharap bisa terealisasi (pengadaan feeder, Red),” ujarnya.
Menurut Aning, ada dua kemungkinan mengapa feeder belum didatangkan. Pertama, pihak kontraktor meleset dari target. Mereka belum bisa mendatangkan angkutan itu ke Surabaya. Jika demikian, yang bersangkutan bisa dikenai sanksi. Yaitu, blacklist. Apalagi dishub juga sudah meneken kontrak dengan pihak penyedia. ”Kalau seperti itu, berarti murni kesalahan kontraktor,” tuturnya.
Bisa juga faktor lain. Misalnya, tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) tidak memberikan porsi prioritas anggaran pada pengadaan feeder. Akibatnya, anggarannya dialihkan untuk kebutuhan yang lain. Dengan demikian, anggaran pengadaan feeder senilai Rp 25 miliar tidak jadi dialokasikan. ”Ini baru spekulasi. Yang bisa jawab ya TAPD,” tegas Aning.
Selama ini, pengadaan feeder molor karena syarat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sampai 40 persen. Syarat itu sangat terasa bagi Surabaya dalam pengadaan barang dan jasa.
Faktor lain adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM). Untuk mengoperasikan feeder, sedikitnya dibutuhkan 400 orang. Itu meliputi driver dan helper. Nah, persiapan tersebut membutuhkan rekrutmen. Padahal, sejak pertengahan 2022, DPRD sudah mengingatkan dishub untuk mempercepat rekrutmen. Namun, hingga sekarang belum terealisasi.
Anggota Komisi C DPRD Surabaya William Wirakusuma mengatakan, seharusnya pengadaan feeder bisa dilakukan tahun ini. Dengan begitu, angkutan itu bisa beroperasi mulai Januari 2023. ”Karena operasional sangat ditunggu warga,” kata William.
Keberadaan feeder sangat mendukung kelancaran transportasi massal di metropolis seperti Suroboyo Bus (SB) atau Trans Semanggi Suroboyo (TSS). Feeder akan beroperasi dari perkampungan ke jalur-jalur utama transportasi publik.
---
FUNGSI FEEDER

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
