
Photo
JawaPos.com- Antusiasme warga Surabaya bepergian dengan Suroboyo Bus mulai meningkat. Di sejumlah halte, penumpang rela mengantre untuk naik bus merah itu. Sayang, kepadatan jalan Surabaya membuat kendaraan itu tidak bisa tiba tepat waktu di tempat pemberhentian.
Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mencatat, lebih dari 2.000 orang setiap harinya menggunakan Suroboyo Bus sebagai moda transportasi.
Bukti itu menunjukkan warga mulai nyaman naik transportasi publik tersebut. Mau tidak mau, kepadatan lalu lintas harus segera dicarikan solusi agar kepercayaan dan kepuasan penumpang tetap dijaga.
Pakar Transportasi Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Putu Rudy Setiawan mengatakan, sudah saatnya pemkot merancang jalur khusus bagi Suroboyo Bus. Dengan adanya akses khusus itu, waktu tempuh bus jauh lebih pendek serta bebas hambatan.
”Jalur transportasi publik memang tidak bisa disamakan dengan kendaraan pribadi. Kalau dijadikan satu, penumpang tidak mendapatkan keuntungan naik Suroboyo Bus,” paparnya.
Jalur kendaraan publik dan pribadi memang harus dibedakan. Pemisahan akses itu bertujuan memberikan keuntungan bagi penumpang transportasi publik. Sebab, mereka sudah membayar pelayanan serta memilih tidak memakai kendaraan pribadi. ” Dengan transportasi publik, jalan lebih lengang,” katanya.
Penyediaan akses khusus untuk Suroboyo Bus memiliki sejumlah konsekuensi. Salah satunya jalur bagi kendaraan pribadi semakin sempit. Menurut Putu, dengan penerapan kebijakan itu, lambat laun akan mengubah kebiasaan warga.
Yang semula memakai kendaraan pribadi berganti naik kendaraan umum. ”Sehingga warga merasa nyaman naik transportasi publik, mereka tidak akan balik memakai kendaraan pribadi lagi,” tuturnya.
Sementara itu, Kasi Angkutan Jalan dan Penumpang Dishub Surabaya Ali Mustafa menyampaikan, hingga saat ini headway atau waktu tunggu Suroboyo Bus berkisar 11 menit hingga 20 menit. Dia berupaya memastikan waktu tunggu bus berada di kisaran 15 menit.
Dari data Dishub Surabaya, waktu tunggu di beberapa rute Suroboyo Bus kurang dari 15 menit. Contohnya rute Purabaya hingga Tanjung Perak, headway-nya 11 menit.
Namun, ada juga rute yang waktu tunggunya lebih dari 15 menit. Yakni, rute dari Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) menuju Jalan Mayjen Yono Soewoyo dan middle east ring road (MERR). ”Waktu tunggunya sampai 20 menit,” ucap Ali.
Banyak faktor yang memengaruhi waktu tunggu bus. Di antaranya kondisi lalu lintas dan jumlah armada yang mengisi rute tersebut. Rute MERR hanya dilayani enam unit bus. Jumlah armada yang melayani rute TIJ- Jalan Mayjen Yono Soewoyo lebih sedikit, yakni empat bus.
Ali mengatakan, penyediaan jalur khusus Suroboyo Bus memang masih dikaji. Sembari menunggu itu, dishub berupaya mempercepat waktu tunggu bus. Caranya dengan rekayasa lalu lintas.
”Saat ini kami menggodok rencana untuk penerapan bus priority, sehingga bus bisa mendapat prioritas saat melintas di persimpangan,” pungkasnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
