
Photo
JawaPos.com- Perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Jalan Kebonsari Manunggal memakan tiga korban jiwa. Peristiwa itu diduga terjadi karena faktor human error. Apalagi, sudah dua tahun alat sensor atau sirene rusak. Terkait hal itu, pemkot mengusulkan adanya palang pintu resmi. Apalagi, kawasan tersebut adalah akses utama warga.
Dua tahun lebih, penjagaan perlintasan hanya mengandalkan pandangan visual di lokasi. Saat kereta melintas, tidak ada lampu yang menyala atau sirene berbunyi. ’’Tidak ada sinyal, kalau kereta lewat, ya saya ke tengah jalan dan memberi syarat,’’ ucap Sukarno, warga yang bertugas menjaga perlintasan.
Sukarno sudah lima tahun menjadi penjaga di sana. Termasuk saat kejadian laka Minggu (24/4) malam lalu. Saat kejadian, pengendara memang sudah diteriaki. Kendaraan dari arah timur pun sudah berhenti. Namun, korban terus melaju dari arah barat. Bagian depan mobil sudah melewati rel. Nahas, bagian belakangnya tertabrak kereta dan terseret sejauh 37 meter.
Menurut Sukarno, penjaga mengetahui ada kereta hanya dari kebiasaan. Mereka hafal jadwal kereta yang melintas. Selain itu, petugas hanya mengandalkan pandangan visual. Sebab, di perlintasan itu alat sensor dan sirenenya rusak. ’’Siang hanya bawa bendera, malam pakai stop light,’’ ucapnya.
Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif menuturkan, masalah perlintasan tersebut bergantung kewenangan ruas jalan. Lokasi itu masuk pemda atau provinsi. Yang mengadakan adalah dinas perhubungan. ’’Fungsi KAI operator, pengamanan ada di regulator,’’ terangnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya Armudji menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dishub provinsi dan PT KAI. Ternyata pemberian palang perlintasan merupakan kewajiban pemkot. ’’Kami baru tahu, makanya kami perintahkan dishub kota untuk segera memasang perlintasan,’’ ucap Armudji saat meninjau lokasi TKP Senin (25/4) siang.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
