Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 November 2021 | 05.09 WIB

Tujuh Guru Gresik Raih Penghargaan dari Gubernur Khofifah

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Belum banyak guru yang rajin menulis buku. Bahkan, terbilang masih langka. Termasuk di Gresik. Nah, di antara yang sedikit itu, ada nama Priyandono, Eko Jarwanto, dan Jaenuri. Berkat karya bukunya, mereka pun termasuk deretan pendidik yang bakal mendapat penghargaan dan apresiasi dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Priyandono, misalnya. Mantan pengajar di SMAN 1 Gresik yang kini menjadi pengawas sekolah itu telah menghasilkan empat buku nonfiksi. Beberapa di antaranya berjudul Berbisnis dengan Tuhan dan Guru Pengangkut Air. ‘’Air itu kan sumber kehidupan. Nah, sama seperti air, dalam buku tulisan itu guru juga mesti seperti air itu,’’ kata Priyandono, Kamis (25/11).

Buku berjudul Guru Pengangkut Air itulah yang menjadikan Priyandono mendapat penghargaan di momen peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2021. Tentu, ada cukup banyak buku yang masuk. Proses seleksinya juga ketat. ‘’Tentu saya tidak menyangka dan sangat bersyukur mendapat apresiasi gubernur,’’ kata pria yang tinggal di Cerme itu.

Buku Berbisnis dengan Tuhan karya Priyandono juga laris dan mendapat apresiasi. Selain masuk ke penerbit papan atas, buku tersebut juga diminati negara tetangga, Malaysia. Lalu, dialihbahasa ke Melayu.

Priyandono mencintai dunia tulis-menulis buku itu cukup lama. Sejak 2014 lalu. Memang, membutuhkan kemauan teramat kuat. Problemnya lebih pada membagi waktu di tengah rutinitas. Baik di sekolah maupun keluarga. ‘’Tetapi kalau dipaksa, pasti bisa,’’ tegasnya.

Dia mengakui, sejauh ini memang tidak banyak guru yang mencintai dunia tulis-menulis tersebut. Selama menjadi pengawas sekolah, hampir persoalan karya tulis itu kelemahan para guru. Baik itu berupa artikel maupun buku. Padahal, idealnya budaya literasi mesti menyatu dengan pendidikan dan pembelajaran. ''Betul. Selaku pengawas, nanti kami akan mengusulkan ke pimpinan agar ada gerakan ayo menulis untuk para guru,'' ujarnya.

Jika Priyandono banyak menulis tentang nonfiksi, Eko Jarwanto fokus ke buku-buku tentang sejarah. Terutama sejarah lokal atau kedaerahan. Setidaknya, sudah sebanyak tujuh buku yang ditulis guru SMA Ass’adah Bungah tersebut. Nah, salah satu buku yang mendapat apresiasi gubernur berjudul Sidajoe.

Buku karya Eko tersebut banyak mengupas tentang perjalanan Kadipaten Sidayu, yang kini berubah menjadi salah satu nama kecamatan di Kabupaten Gresik. Ada temuan-temuan menarik yang belum banyak diketahui publik tentang Sidayu.

‘’Salah satu di antaranya, pusat dari Kadipaten Sidayu itu dulu di Lamongan. Yang saat ini bernama Sidayu Lawas, sekitar Brondong. Selain itu, ada fakta bahwa para bupati Sidayu itu mayoritas keturunan dari Madura,’’ ungkap alumnus prodi sejarah Unesa itu.

Untuk menghasilkan buku Sidajoe tersebut, Eko mengaku harus melakukan penelitian selama 2 tahun. Selain blusukan dari satu tempat ke tempat lain untuk menemukan fakta-fakta sejarah, dia juga melakukan riset pustaka buku-buku kuno. Termasuk mencari arsip di Leiden, Belanda.

Penghargaan untuk para pahlawan tanpa tanda jasa—sebutan lain guru—itu akan digelar pada Minggu-Selasa, 28-30 November 2021, bertempat di Surabaya. Ada cukup banyak guru yang bakal mendapat apresiasi dari gubernur dengan beragam kategori.

Khusus dari Kabupaten Gresik, terpilih tujuh nama guru. Selain Priyandono dan Eko Jarwanto, lima guru lainnya adalah Yayuk Sri Handayani (SLB AB Kemala Bhayangkari 2), Lailatul Mahmudah (SLB AB Kemala Bhayangkari 2), Jaenuri (SMAN 1 Gresik), Dzurriyatus Shokhih (SMAN 1 Kedamean), dan Risa Utaminingsih (SMAN 1 Gresik).

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore