
Pembelajaran tatap muka di SMAN 5 Surabaya. Dipta Wahyu/JawaPos
JawaPos.com–Sebanyak 49 sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Surabaya, Jatim, belum melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Sebab, sekolah-sekolah tersebut tidak lulus asesmen atau belum keluar rekomendasi dari Satgas Covid-19.
”Surabaya sudah zona kuning sejak September, jadi sangat disayangkan jika masih banyak SD/SMP yang belum lulus asesmen,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Rabu (24/11).
Menurut Reni, berdasar laporan dari pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Swasta ada sekitar 49 SMP di Surabaya yang belum melaksanakan PTM. Sebab, dinyatakan belum lulus asesmen atau belum keluar rekomendasi dari Satgas Covid-19.
Menurut Reni, terkait persoalan itu, merupakan kewajiban Pemerintah Kota Surabaya dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk membantu sekolah tersebut. ”Kepala Dinas Pendidikan tolong fokus urus ini, kasihan anak Surabaya yang ingin segera PTM jadi tidak terlayani,” tutur Reni.
Reni menambahkan, dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri Nomor 23425/A5/HK.01.04/2021, pemerintah daerah wajib membantu satuan pendidikan memenuhi daftar periksa dan menyiapkan protokol kesehatan.
Dalam SKB 4 Menteri itu juga diatur bahwa prosedur PTM menjadi 2 model yaitu PTM masa transisi dan PTM masa kebiasaan baru. Jika pada masa transisi kegiatan olahraga dan ekstrakulikuler tidak diperbolehkan, pada masa kebiasaan baru sudah diperbolehkan dengan prokes. Begitu juga kantin sekolah diperbolehkan dibuka.
”Dinas pendidikan agar segera mengklasifikasi sekolah dalam 2 prosedur PTM ini. Saya minta SKB 4 Menteri ini diperhatikan dan segera tindak lanjut, fokus siapkan PTM yang sehat sekaligus PJJ yang inovatif, dengan demikian semua siswa terlayani dengan baik dan aman,” ucap Reni.
Dia mendorong dinas pendidikan lebih sigap dalam memperluas kesiapan sekolah menyelenggarakan PTM. Hal tu agar kesenjangan layanan pendidikan tidak terjadi di Surabaya.
”Sekali lagi, tolong sekolah yang dinilai dinas belum layak PTM agar dibantu, hadir dan bantu sekolah yang masih kesulitan penuhi sarana prasarana dan kendala lain, agar semua siswa terlayani,” ujar Reni.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya mengatakan, saat ini boleh atau tidak boleh dibukanya sekolah bukan karena Pemkot Surabaya melarang. Akan tetapi, pemkot berusaha memastikan sekolah sudah menjalankan asesmen dan mendapat persetujuan dari orang tua atau wali murid terlebih dahulu, sebelum melaksanakan PTM.
Setelah sekolah dinyatakan lulus asesmen, lanjut dia, masing-masing sekolah harus melakukan simulasi. Setelah simulasi dinilai berhasil, sekolah itu diperbolehkan buka dan melaksanakan PTM.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022