Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Februari 2022 | 18.48 WIB

Pemkot Surabaya Baru Bisa Tambal Sulam Jalan yang Rusak

AWAS RUSAK DI MANA-MANA: Kendaraan menghindari jalan berlubang yang diberi tanda barier di Jalan Yono Suwoyo, Rabu (23/2). Langkah awal yang akan dilakukan Pemkot Surabaya adalah melakukan tambal sulam. (Alfian Rizal/Jawa Pos) - Image

AWAS RUSAK DI MANA-MANA: Kendaraan menghindari jalan berlubang yang diberi tanda barier di Jalan Yono Suwoyo, Rabu (23/2). Langkah awal yang akan dilakukan Pemkot Surabaya adalah melakukan tambal sulam. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

JawaPos.com – Sejumlah ruas jalan di wilayah barat mengalami kerusakan. Pemerintah kota (pemkot) belum bisa melakukan perbaikan skala besar. Untuk sementara, dinas sumber daya air dan bina marga (DSDABM) baru bisa menambal sulam untuk menutup kerusakan jalan.

Salah satu ruas jalan yang rusak adalah Jalan Mayjen Yono Soewoyo. Ada retakan dan lubang yang menganga di depan Mal Lenmarc. Speed trap yang berada di sisi utara Lenmarc juga rusak.

Di Jalan Darmo Indah, Kecamatan Tandes, bukan hanya speed trap yang rusak. Lubang jalan yang awalnya ditutup tanah liat oleh warga ikut menganga. Tim unit reaksi cepat (URC) dari DSDABM pun menutupnya dengan kerikil yang dilapisi aspal cair.

Di Jalan Osowilangun, kerusakan yang terjadi lebih parah. Salah satu jalur distribusi barang menuju pelabuhan tersebut dilewati banyak kendaraan dengan beban berat setiap hari.

Ratusan truk trailer dan kontainer berlalu-lalang. Kepala DSDABM Lilik Arijanto mengatakan, perbaikan skala besar belum memungkinkan. Sebab, belum ada plot anggaran untuk membongkar aspal jalan guna diganti konstruksi baru. ’’Untuk sementara kami kerjakan dengan URC (tambal sulam, Red),” ujarnya Rabu (23/2).

Perbaikan menggunakan URC masuk anggaran pemeliharaan jalan. Setiap tahun pihaknya mengalokasikannya untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak. Baik jalan yang berstatus milik pemkot, pemerintah provinsi (pemprov), maupun jalan nasional.

Menurut Lilik, perbaikan menggunakan URC masih efektif. Satgas bina marga melakukan kontrol rutin setelah perbaikan. Jadi, setiap kali ada aspal atau tambalan yang mengelupas, tim URC dari satgas bina marga langsung turun tangan. ’’Kadang juga dari laporan masyarakat,” katanya.

Secara terpisah, Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya Armudji meminta masyarakat melaporkan ketika ada jalan yang rusak. Laporan tidak harus disampaikan secara tertulis. ’’Bisa lewat aplikasi Wargaku. Nanti langsung ditindaklanjuti,” tuturnya.

Mantan ketua DPRD Kota Surabaya itu menjelaskan, teknis perbaikan jalan menggunakan URC bisa dilakukan dengan cepat. Sebab, penggunaan materialnya tidak perlu melewati birokrasi yang berbelit. Anggaran pemeliharaan disiapkan untuk kegiatan yang bersifat insidental. ’’Dadi kapan ae isok. Pokoke onok dalan rusak, lapor,” jelas politikus PDI Perjuangan itu.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore