Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Desember 2022 | 02.20 WIB

Ditentang Angkot, Bus Listrik Hanya Sampai Kalijudan

KERJA SAMA: Direktur Utama PT Industri Kereta Api (INKA) Budi Noviantoro (dua dari kanan) bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mencoba bus listrik di kantor gubernur di Jalan Pahlawan kemarin (14/9). Bus listrik itu akan menjadi salah - Image

KERJA SAMA: Direktur Utama PT Industri Kereta Api (INKA) Budi Noviantoro (dua dari kanan) bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mencoba bus listrik di kantor gubernur di Jalan Pahlawan kemarin (14/9). Bus listrik itu akan menjadi salah

JawaPos.com - Bus listrik bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memang sudah mengaspal di metropolis. Tapi, belakangan keberadaan bus kecil yang dibikin PT INKA itu menuai polemik. Salah satunya dengan pengemudi angkot (lin) lantaran miskomunikasi.

Menurut informasi, bus yang melayani trayek Terminal Purabaya menuju Kenjeran Park (Kenpark) dan sebaliknya itu ditentang pengemudi lin. Akibatnya, Kamis (22/12) bus tersebut beroperasi tak sampai Kenpark.

’’Sampai SPBU Kalijudan putarnya. Ya, kami sempat mendapat penolakan, nada ancaman begitu,’’ ungkap Candy Billy, pengemudi bus listrik, saat ditemui di Kalijudan, Kamis..

Dia mengaku belum tahu pasti penyebabnya.Ancaman itu disampaikan secara lisan. Intinya, bus listrik tidak boleh beroperasi hingga Kenjeran Park. Billy mengatakan, sempat terjadi perdebatan sesama pengemudi bus. Setidaknya ada dua pilihan: berhenti beroperasi sementara atau tetap jalan dengan tidak sampai Kenpark. ’’Akhirnya ya sampai Kalijudan saja,’’ katanya.

Pantauan kemarin, pada pukul 12.00–15.30 Jawa Pos tak menemui bus listrik itu di Kenpark. Billy menduga penolakan tersebut disebabkan miskomunikasi semata dan keterbatasan informasi. Dia juga tak menampik atas anggapan trayek bus listrik melintasi Jalan Kenjeran mengarah ke barat.

’’Padahal, kami sama seperti bus besar itu. Trayeknya juga sama. Lewat MERR saja sampai Purabaya,’’ tuturnya. Dia berharap segala persoalan dapat dikomunikasikan dengan baik dan kepala dingin.

Sementara itu, beberapa pengemudi lin R saat ditemui di Jalan Kenjeran memilih irit berbicara. Mereka meminta Jawa Pos untuk berkomunikasi langsung dengan jajaran paguyuban.

Terpisah, Ketua Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (F-SPTI) Surabaya Subekti mengaku mengetahui persoalan tersebut.

’’Miskomunikasi itu. Ya seharusnya menerima informasi itu jangan sepenggal-sepenggal,’’ katanya. Menurut dia, trayek bus listrik tak beririsan penuh di Jalan Kenjeran. Justru irisan penuh ada di lin I dan H4.

Dia mengatakan, yang dibutuhkan saat ini adalah solusi. Salah satunya, turut melibatkan pengemudi lin sebagai kru bus listrik. Meski, secara administratif dan lisensi ada beberapa penyesuaian. Salah satunya soal SIM.

’’Sejauh ini sudah ada 80 pelamar pengemudi lin untuk bus listrik,’’ jelasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore