
KERJA SAMA: Direktur Utama PT Industri Kereta Api (INKA) Budi Noviantoro (dua dari kanan) bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mencoba bus listrik di kantor gubernur di Jalan Pahlawan kemarin (14/9). Bus listrik itu akan menjadi salah
JawaPos.com - Bus listrik bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memang sudah mengaspal di metropolis. Tapi, belakangan keberadaan bus kecil yang dibikin PT INKA itu menuai polemik. Salah satunya dengan pengemudi angkot (lin) lantaran miskomunikasi.
Menurut informasi, bus yang melayani trayek Terminal Purabaya menuju Kenjeran Park (Kenpark) dan sebaliknya itu ditentang pengemudi lin. Akibatnya, Kamis (22/12) bus tersebut beroperasi tak sampai Kenpark.
’’Sampai SPBU Kalijudan putarnya. Ya, kami sempat mendapat penolakan, nada ancaman begitu,’’ ungkap Candy Billy, pengemudi bus listrik, saat ditemui di Kalijudan, Kamis..
Dia mengaku belum tahu pasti penyebabnya.Ancaman itu disampaikan secara lisan. Intinya, bus listrik tidak boleh beroperasi hingga Kenjeran Park. Billy mengatakan, sempat terjadi perdebatan sesama pengemudi bus. Setidaknya ada dua pilihan: berhenti beroperasi sementara atau tetap jalan dengan tidak sampai Kenpark. ’’Akhirnya ya sampai Kalijudan saja,’’ katanya.
Pantauan kemarin, pada pukul 12.00–15.30 Jawa Pos tak menemui bus listrik itu di Kenpark. Billy menduga penolakan tersebut disebabkan miskomunikasi semata dan keterbatasan informasi. Dia juga tak menampik atas anggapan trayek bus listrik melintasi Jalan Kenjeran mengarah ke barat.
’’Padahal, kami sama seperti bus besar itu. Trayeknya juga sama. Lewat MERR saja sampai Purabaya,’’ tuturnya. Dia berharap segala persoalan dapat dikomunikasikan dengan baik dan kepala dingin.
Sementara itu, beberapa pengemudi lin R saat ditemui di Jalan Kenjeran memilih irit berbicara. Mereka meminta Jawa Pos untuk berkomunikasi langsung dengan jajaran paguyuban.
Terpisah, Ketua Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (F-SPTI) Surabaya Subekti mengaku mengetahui persoalan tersebut.
’’Miskomunikasi itu. Ya seharusnya menerima informasi itu jangan sepenggal-sepenggal,’’ katanya. Menurut dia, trayek bus listrik tak beririsan penuh di Jalan Kenjeran. Justru irisan penuh ada di lin I dan H4.
Dia mengatakan, yang dibutuhkan saat ini adalah solusi. Salah satunya, turut melibatkan pengemudi lin sebagai kru bus listrik. Meski, secara administratif dan lisensi ada beberapa penyesuaian. Salah satunya soal SIM.
’’Sejauh ini sudah ada 80 pelamar pengemudi lin untuk bus listrik,’’ jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
