
Zahrul Azhar Asumta As’ad atau yang akrab disapa Gus Hans. (Frizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menjelang pemilihan wali kota (pilwali) Surabaya, PDIP mendapatkan angin segar. Salah satu tokoh pendukung Machfud Arifin diprediksi berubah haluan. Mendukung partai berlambang banteng moncong putih itu.
Dari informasi yang dihimpun, figur yang merapat ke PDIP adalah Zahrul Azhar Asumta As’ad. Politikus yang akrab disapa Gus Hans itu diperkirakan ikut meramaikan bursa kandidat kepala daerah dari PDIP. Mendaftar sebagai calon wakil wali kota.
Bukti itu mulai terlihat sejak bulan lalu. Gus Hans bertemu Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto. Pertemuan tersebut berlangsung di Surabaya. Kala itu, wakil ketua DPD Golkar Jatim tersebut menjelaskan, partai sudah memberikan izin. Ada lampu hijau bagi dia untuk menjalin komunikasi politik dengan sejumlah partai.
Saat ditemui di kediamannya kemarin (20/8), Gus Hans belum memberikan kepastian, apakah akan mendaftar lewat PDIP atau tidak. ”Saya membuka komunikasi dengan sejumlah parpol,” ucapnya.
Gus Hans sudah mengikuti pendaftaran bakal calon yang dibuka beberapa parpol. Di antaranya, Golkar, Nasdem, Gerindra, serta PSI. Dari empat partai itu, Gerindra serta Golkar mengusung namanya sebagai bakal calon wakil wali kota Surabaya. Dua partai itu bersepakat mengusulkan Gus Hans untuk menjadi pendamping Machfud. Namun, hingga hari ini belum ada keputusan.
Bagaimana PDIP? Gus Hans sudah membuka pintu komunikasi. Bertemu sejumlah petinggi kader banteng itu. Namun, keputusan belum diambil. Dia menuturkan, dalam politik semua kemungkinan bisa terjadi. Termasuk bergabung dengan PDIP. ”Dinamika politik di Surabaya terus berkembang,” paparnya.
Namun, yang terpenting, lanjut dia, dalam kontestasi pilwali, kader NU harus ikut terjun. NU tidak boleh lagi hanya menjadi penonton, tetapi harus ikut terlibat. ”Karena di Surabaya ada semangat kader-kader NU,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP Sri Untari menyatakan, pintu pendaftaran calon wali kota di DPD sudah tertutup. Para kandidat yang mendaftar sudah melewati sejumlah tahapan. Mulai seleksi administrasi hingga fit and proper test. Meski demikian, kesempatan masih terbuka. ”Namun, keputusan tetap di DPP PDIP,” jelasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
