Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Agustus 2020 | 02.20 WIB

Gus Hans Jajaki Gerbong PDIP untuk Pilwali Surabaya

Zahrul Azhar Asumta As’ad atau yang akrab disapa Gus Hans. (Frizal/Jawa Pos) - Image

Zahrul Azhar Asumta As’ad atau yang akrab disapa Gus Hans. (Frizal/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menjelang pemilihan wali kota (pilwali) Surabaya, PDIP mendapatkan angin segar. Salah satu tokoh pendukung Machfud Arifin diprediksi berubah haluan. Mendukung partai berlambang banteng moncong putih itu.

Dari informasi yang dihimpun, figur yang merapat ke PDIP adalah Zahrul Azhar Asumta As’ad. Politikus yang akrab disapa Gus Hans itu diperkirakan ikut meramaikan bursa kandidat kepala daerah dari PDIP. Mendaftar sebagai calon wakil wali kota.

Bukti itu mulai terlihat sejak bulan lalu. Gus Hans bertemu Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto. Pertemuan tersebut berlangsung di Surabaya. Kala itu, wakil ketua DPD Golkar Jatim tersebut menjelaskan, partai sudah memberikan izin. Ada lampu hijau bagi dia untuk menjalin komunikasi politik dengan sejumlah partai.

Saat ditemui di kediamannya kemarin (20/8), Gus Hans belum memberikan kepastian, apakah akan mendaftar lewat PDIP atau tidak. ”Saya membuka komunikasi dengan sejumlah parpol,” ucapnya.

Gus Hans sudah mengikuti pendaftaran bakal calon yang dibuka beberapa parpol. Di antaranya, Golkar, Nasdem, Gerindra, serta PSI. Dari empat partai itu, Gerindra serta Golkar mengusung namanya sebagai bakal calon wakil wali kota Surabaya. Dua partai itu bersepakat mengusulkan Gus Hans untuk menjadi pendamping Machfud. Namun, hingga hari ini belum ada keputusan.

Bagaimana PDIP? Gus Hans sudah membuka pintu komunikasi. Bertemu sejumlah petinggi kader banteng itu. Namun, keputusan belum diambil. Dia menuturkan, dalam politik semua kemungkinan bisa terjadi. Termasuk bergabung dengan PDIP. ”Dinamika politik di Surabaya terus berkembang,” paparnya.

Namun, yang terpenting, lanjut dia, dalam kontestasi pilwali, kader NU harus ikut terjun. NU tidak boleh lagi hanya menjadi penonton, tetapi harus ikut terlibat. ”Karena di Surabaya ada semangat kader-kader NU,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP Sri Untari menyatakan, pintu pendaftaran calon wali kota di DPD sudah tertutup. Para kandidat yang mendaftar sudah melewati sejumlah tahapan. Mulai seleksi administrasi hingga fit and proper test. Meski demikian, kesempatan masih terbuka. ”Namun, keputusan tetap di DPP PDIP,” jelasnya.


Lantas, bagaimana respons DPD Golkar Surabaya? Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni menjelaskan, sejak awal pihaknya menjatuhkan pilihan pada Gus Hans. Kader Golkar itu mendapatkan rekomendasi sebagai pendamping Machfud.

Seiring dengan perkembangan waktu, usulan dari Golkar itu tak terwujud. Gus Hans tidak terpilih. Menurut Arif, pemilihan calon wali kota merupakan kewenangan Machfud. ”Berdasarkan kebutuhan dan kajian berbagai aspek, Pak MA memilih nama lain,” jelasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=vox7_eP4lqM

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore