Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Juli 2019 | 01.32 WIB

Anak Korban Curas di Taman Bungkul Tidak Hilang, tapi Takut Pulang

WASPADA: Lima bocah korban kejahatan yang ditemukan Rusito. (Rusito for Jawa Pos) - Image

WASPADA: Lima bocah korban kejahatan yang ditemukan Rusito. (Rusito for Jawa Pos)

JawaPos.com - Rusito tidak menyangka lima anak yang ditemukan di Jalan Trunojoyo merupakan korban perampasan. Warga Perumahan Sepanjang Indah itu mengira mereka adalah anak-anak yang sedang jalan-jalan bersama, bukan korban aksi kejahatan.

Pria 41 tahun tersebut merupakan orang yang menemukan lima anak-anak yang sempat dilaporkan hilang. Mereka adalah FLX, AKB, FAQ, FAH, dan GTR. Lima anak itu terlihat sedang berdiri di trotoar samping Restoran Mahameru, Jalan Trunojoyo.

Rusito melaju dari Taman Bungkul kemarin (21/7). Namun, dia mengaku tidak tahu adanya perampasan atau dugaan penculikan lima anak-anak tersebut. ”Saya dari Taman Bungkul ketemu teman di dekat Resto Mahameru,” ujarnya.

Saat menjemput temannya dengan menggunakan mobil Daihatsu Ayla, Rusito mengaku melihat lima anak itu sedang berkumpul di seberang restoran. Namun, Rusito hanya memperhatikannya sekilas. ”Saya mikirnya, ngapain anak-anak itu. Dalam hati saya, paling anak jalanan,” ucapnya.

Dia tidak berpikiran aneh-aneh karena memang tidak tahu adanya perampasan sepeda milik anak-anak malang tersebut. Karena itu, dia melanjutkan perjalanan dan mengantar temannya ke daerah Petemon.

Setelah dari Jalan Petemon Gang IV, Rusito melanjutkan perjalanan pulang ke rumahnya di daerah Sepanjang. Dia melintasi Jalan Pasar Kembang. Saat terjebak kepadatan arus lalu lintas, dia menyalakan radio.

Nah, dari siaran radio tersebut, dia mendengar kabar adanya ibu-ibu yang mencari anaknya yang hilang. Rusito langsung kepikiran lima anak yang tadi dilihat di samping Restoran Mahameru. Dia terus mendengarkan siaran radio itu.

Berdasar informasi yang disiarkan di radio, ada lima anak yang hilang. Orang tuanya yang tinggal di Kedungdoro sedang mencari mereka. Namun, tidak dijelaskan alamat orang tua para korban secara detail.

Bapak satu anak tersebut berusaha mengecek keberadaan anak-anak yang dilihatnya di samping Restoran Mahameru. Ternyata, mereka masih di tempat itu. ”Langsung saya datangi mereka. Saya tanya, apa benar mereka berasal dari Kedungdoro. Saya suruh dengarkan radio di mobil biar tahu ibunya sedang mencari,” jelasnya.

Ternyata, lima anak tersebut memang bocah-bocah yang dimaksud dalam siaran radio itu. Rusito langsung menghubungi radio swasta yang menyiarkan berita tersebut untuk diteruskan ke orang tua korban. ”Sudah ketemu ibunya semua,” katanya.

Mereka takut pulang. Sepeda yang mereka bawa dari rumah sudah tak bersama mereka lagi. Bahkan, berdasar keterangan dalam penyelidikan, mereka diancam dibunuh jika pulang dan melaporkan aksi kejahatan yang menimpa mereka.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menyatakan bahwa anggotanya masih menyelidiki kejadian tersebut. Dugaan sementara, kasus tersebut termasuk pencurian dengan kekerasan. ”Kalau dilihat dari kronologi dan berita yang beredar, itu masuk curas (pencurian dengan kekerasan). Korbannya masih anak-anak. Kalau dugaan penculikan, masih jauh. Buktinya, korban ketemu semua,” jelasnya.

Mantan Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim itu belum bisa memastikan motif para pelaku. Termasuk jumlah orang yang tega merampas tiga sepeda milik para korban. Yang jelas, anggotanya sudah mendapat rekaman kamera CCTV (close circuit televission) dari dinas perhubungan (dishub). ”Masih diidentifikasi,” ucap perwira dengan dua melati di pundak itu.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore