
Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com ‒ Ini kabar baik. Pejabat pemkab dan anggota DPRD Sidoarjo yang positif Covid-19 sembuh. Keduanya harus menjalani isolasi mandiri setelah keluar dari RSUD Sidoarjo.
Pejabat pemkab berinisial YKW itu bertugas di Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BM SDA) Sidoarjo. Sementara itu, anggota DPRD berinisial WA. Mereka telah meninggalkan RSUD Sidoarjo pekan lalu.
WA keluar RS pada 13 Juli, sedangkan YKW pada 16 Juli. Kini mereka masih diminta menjalani isolasi mandiri. Di rumah mereka sendiri. Tujuannya, memastikan kondisi mereka benar-benar sehat.
’’Pneumonia sudah tidak ada. Klinis baik,’’ kata Direktur RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan SpPros. Bahkan, keduanya telah menjalani perawatan di rumah sakit lebih dari 12 hari.
Berdasar keputusan menteri kesehatan yang baru, seseorang bisa tidak berada di rumah sakit terus meski hasil uji swab masih positif. Dengan syarat, kondisi mereka sudah sehat. Tidak ada keluhan dan gejala klinis yang mengkhawatirkan.
Aturan itu sempat mengkhawatirkan warga. Sebab, mereka takut orang yang sudah dirawat dan kondisinya baik itu tetap menularkan virus. Sebab, tidak ada hasil swab yang memastikan mereka negatif. Lebih-lebih jika tidak mau mengikuti peraturan. Diminta isolasi, tetapi masih ke luar rumah. Bahkan bertemu orang lain. Termasuk aktif bekerja di kantor.
Meski demikian, tim medis berharap masyarakat tidak perlu khawatir. ’’Mereka berdua sudah sehat,’’ kata Kepala Dinkes Sidoarjo dr Syaf Satriawarman SpPros. Namun, lanjut Syaf, keduanya masih diminta isolasi. Tujuannya, memastikan kondisi mereka benar-benar pulih.
Legislator DPRD Sidoarjo WA menyatakan masih menjalani isolasi mandiri di rumah. ’’Senin depan sudah bisa masuk kantor,’’ kata anggota dewan dari Partai Golkar itu. ’’Alhamdulillah sudah sehat. Setiap pagi caring (berjemur) di depan rumah,’’ tambahnya.
Sakit WA terbilang tidak parah. Hanya batuk dan demam. ’’Awalnya kecapekan karena agenda full,’’ katanya. Dia juga tidak tahu tertular Covid-19 di mana dan dari siapa. ’’Hanya kecapekan, akhirnya batuk dan demam,’’ paparnya.
Karena itu, WA berobat ke Surabaya. Di sana dia di-rapid test. Hasilnya ternyata reaktif. Dia pun melanjutkan tes swab dan hasilnya positif. ’’Setelah itu, saya dirawat di RSUD Sidoarjo 10 hari,’’ paparnya.
Pada hari ke-11, dia pulang. Dokter memberinya surat keterangan tidak ada gejala lagi. Boleh pulang, tetapi isolasi mandiri. ’’Selama di rumah juga sudah tidak merasa sakit lagi. Sehat seperti semula,’’ ucapnya.
Namun, dia belum berani keluar. Hanya di depan rumah untuk berjemur. Koordinasi pun hanya lewat handphone. ’’Sabar sampai Senin dulu. Kalau tetap tidak ada gejala, dibolehkan ngantor lagi oleh dokter,’’ ungkapnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=_EqvJizX-EU
https://www.youtube.com/watch?v=zNnE8tK0pV4
https://www.youtube.com/watch?v=2Pk4FTOWtPQ

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
