
MULAI MARAK KEMBALI: Dua petugas Bea dan Cukai Juanda menunjukkan sex toys yang dilarang beredar di Indonesia. (Deny Mahardika/Jawa Pos)
JawaPos.com - Peredaran barang ilegal di sekitar Bandara Juanda mulai marak lagi. Selama dua pekan terakhir, Bea dan Cukai Juanda berkali-kali menyita barang berupa sex toys dan ribuan batang rokok yang menggunakan pita cukai palsu.
Kemarin petugas bea dan cukai tampak menghitung kembali hasil penindakan tersebut. Setidaknya ada hampir 20-an sex toys. Barang tersebut dikirim dengan menggunakan sistem paket pos. Kebanyakan barang itu berasal dari Tiongkok. Barang tersebut merupakan pesanan dari area Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.
”Memang sudah marak lagi setelah sempat vakum akibat penutupan bandara. Beberapa barang sitaan ini memang tidak terlalu banyak. Namun, hampir setiap hari pasti saja ada,” ucap Wahyu Widhi Widyaningtyas, Kasubsi Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan Bea dan Cukai Juanda.
Para pemesan barang-barang itu biasanya menggunakan jasa online shop. Kemudian, barang-barang tersebut dikirim melalui pos. Dia menjelaskan, bukan hanya sex toys yang dominan disita dalam dua pekan terakhir. Ada juga rokok ilegal.
Kebanyakan rokok ilegal itu diproduksi di area Jatim. Bentuknya sama dengan produksi rumahan. Jadi, sulit mencari tempat produksi itu. Terlebih, produksinya tidak banyak. ”Rokok ilegal itu bakal dikirim ke sejumlah tempat. Jika melalui jalur udara, pengirimannya akan menuju Sumatera,” ucapnya.
Widhi menjelaskan, rokok tersebut disita karena tidak memiliki pita cukai asli. Mereka mengirimnya tidak langsung dalam jumlah besar. Biasanya, untuk pengiriman jumlah besar, mereka jarang menggunakan jalur udara. Sebab, pasti ketahuan oleh petugas bea dan cukai yang memeriksa barang di kantor pos dengan menggunakan X-ray. Apalagi, bungkus atau kardus yang digunakan pasti sama.
Nah, modus pengiriman rokok biasanya menggunakan kantor pos terdekat. Kemudian, barang itu dikirim petugas kantor pos. Ketika ditelusuri, mereka menggunakan alamat palsu. ”Jumlahnya sedikit. Namun, dari catatan di Bea dan Cukai Juanda, ada 25.600 batang rokok yang kemasannya menggunakan pita cukai palsu,” ucapnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=_EqvJizX-EU
https://www.youtube.com/watch?v=zNnE8tK0pV4
https://www.youtube.com/watch?v=2Pk4FTOWtPQ

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
