
SEDIA PAYUNG: Awan tebal menyelimuti langit Surabaya sejak pagi, Senin (20/10). (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com – Masa pergantian musim tengah melanda Surabaya dan sekitarnya. Tidak hanya diselimuti awan gelap, suhu di Surabaya dan sekitarnya juga diprediksi lebih dingin daripada sebelumnya. Tepatnya pada sepekan mendatang. Sebab, ada dua fenomena yang terjadi bersamaan. Yakni, La Nina dan Madden-Julian Oscillation (MJO) di Indonesia.
Turunnya suhu udara tersebut sejatinya bukan imbas secara langsung dari perubahan musim. Mengingat, musim hujan belum terjadi di Jawa Timur (Jatim). Penyebabnya, fenomena MJO dan La Nina yang diperkirakan terjadi hingga seminggu ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) I Juanda memprediksi penurunan suhu sampai pada 26 derajat Celsius. Bahkan, suhu bisa lebih rendah jika hujan turun seharian. Kemarin (19/10), misalnya, suhu di Surabaya berkisar 27 derajat Celsius. Padahal, hanya terjadi hujan rintik.
Prakirawan BMKG I Juanda Evi Ismi Azizah menyatakan, perubahan suhu seminggu mendatang sangat dirasakan warga. Tepatnya mulai Minggu lalu (18/10). Jika dua pekan lalu bisa mencapai 37 derajat Celsius, saat ini suhu udara justru turun dan dingin.
Dia mengingatkan, meski belum memasuki musim hujan, suhu di Surabaya dan sekitarnya bisa lebih rendah daripada 26 derajat Celsius.
Apalagi jika hujan turun cukup lama dan tinggi sebagai imbas La Nina dan MJO. ”Dua fenomena tersebut membuat pertumbuhan awan hujan lebih banyak,” jelas Evi.
Karena itu, wajar jika beberapa hari mendatang hujan turun seharian. Mengingat, La Nina dan MJO masih aktif muncul di wilayah Indonesia. Fenomena itu tidak hanya terjadi di Jatim, tetapi juga hampir di seluruh kawasan Indonesia.
Yang patut diwaspadai warga adalah munculnya awan kumulonimbus (CB). Awan tersebut berpotensi membuat hujan lebat disertai angin dan petir. Awan CB dapat dilihat dengan mata telanjang. Cirinya, awan gelap menggumpal dan bentuk dasarnya horizontal. Awan itu berada di ketinggian rendah dan gumpalannya sangat besar.
Evi mengungkapkan, seminggu ke depan cuaca mendung mungkin terus melanda meski tidak tebal. Artinya, kondisi itu bakal mengakibatkan udara dingin. Namun, yang harus diperhatikan adalah cuaca ekstrem. Situasi tersebut bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Yang jelas, ada peluang munculnya awan CB.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=kZIcyKbmfJc&ab_channel=jawapostvofficial

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
