
Ilustrasi cuaca ekstrem di Jawa Timur. (Dokumentasi Jawa Pos)
JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memperkirakan cuaca ekstrem masih akan melanda sejumlah daerah di Provinsi Jawa Timur hingga 20 Desember 2025 mendatang.
Cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es.
"Saat ini hampir seluruh wilayah di Jatim sudah musim hujan, dan diprakirakan terjadi peningkatan cuaca ekstrem hingga 20 Desember 2025," tutur Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, Minggu (14/12).
Potensi tersebut muncul akibat keberadaan Bibit Siklon Tropis 93S yang terdeteksi di Samudra Hindia Selatan Nusa Tenggara Barat (NTB), yang secara tidak langsung memengaruhi kondisi cuaca di wilayah Jawa Timur.
"Selain itu terjadi fenomena gelombang atmosfer Low, Kelvin dan Rossby yang melintas wilayah Jawa Timur, yang membuat suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan," imbuhnya.
Faktor lain berupa atmosfer lokal yang labil dan lembap dari lapisan bawah hingga atas, turut memicu pertumbuhan awan konvektif, berpotensi menyebabkan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
"BMKG Juanda menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat," tutur Taufiq.
Warga yang tinggal di topografi curam, bergunung, tebing juga diharapkan lebih waspada terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang.
Adapun daerah-daerah yang harus waspada terhadap cuaca ekstrem hingga 20 Desember 2025, di antaranya Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung.
Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan.
Kemudian Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban.
Lalu Kabupaten Lamongan, Kabupten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Surabaya, dan Kota Batu.
"Masyarakat kami imbau untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI. Kami juga akan bagikan informasi peringatan dini 3 harian melalui website dan media sosial @infobmkgjuanda," tutup Taufiq.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
