Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Agustus 2022 | 17.04 WIB

Disiapkan Jalur Khusus untuk Angkot di Terminal TOW Surabaya

BERKURANG DRASTIS: Suasana Terminal Tambak Osowilangun kemarin (21/5). Bus-bus AKAP maupun AKDP tak terlihat. Jumlah angkot yang beroperasi menurun jauh. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

BERKURANG DRASTIS: Suasana Terminal Tambak Osowilangun kemarin (21/5). Bus-bus AKAP maupun AKDP tak terlihat. Jumlah angkot yang beroperasi menurun jauh. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com- Tidak mudah menertibkan penumpang agar mau naik bus di dalam terminal. Di Terminal Tambak Osowilangon (TOW), para penumpang masih terlihat menunggu bus di perbatasan Surabaya–Gresik karena naik bus di depan terminal dilarang.

Kepala Unit Terminal TOW Imam Hidayat menyatakan, berbagai upaya sudah dilakukan agar para penumpang mau masuk ke dalam terminal. Namun, faktanya mengubah kebiasaan masyarakat memang bukan hal yang mudah.

’’Pengaturan armada (bus, Red) lebih mudah. Kami komunikasi lewat asosiasi dan PO (perusahaan otobus). Juga, bekerja sama dengan pihak kepolisian,’’ paparnya.

Namun, penumpang tidak bisa dipaksa masuk ke dalam terminal. Petugas hanya bisa memberikan imbauan dan sosialisasi. Baik secara lisan maupun tulisan. ’’Karena itu hak mereka walaupun sebetulnya melanggar aturan. Tetapi, kami kan tidak bisa menertibkan penumpang. Yang bisa ditertibkan ya armadanya,’’ kata Imam.

Agar penumpang mau masuk ke dalam terminal, Imam mencoba membuat jalur khusus untuk angkot. Jalur tersebut hanya untuk menurunkan penumpang yang naik angkot. Khususnya yang berasal dari wilayah Gresik.

Sebab, mayoritas yang menunggu bus di perbatasan adalah warga Gresik. Mereka yang hendak ke Lamongan, Bojonegoro, atau Tuban lebih memilih menunggu di perbatasan daripada harus jauh-jauh ke terminal.

Jika sudah berjalan, jalur khusus penumpang angkot tersebut akan disambungkan dengan gedung utama Terminal TOW. Jadi, penumpang langsung turun ke tempat pemberangkatan bus. ’’Ke depan, rencananya juga mau kami pakai buat feeder. Jadi, angkot-angkot ini nanti yang menjemput atau membawa penumpang ke terminal,’’ terangnya.

Imam berharap jalur pemberhentian khusus angkot tersebut bisa menjadi alternatif agar para penumpang mau masuk ke dalam terminal. Dengan demikian, Terminal TOW bisa hidup dan ramai kembali. ’’Kami terus berupaya bagaimana agar terminal ini beroperasi dengan optimal,’’ jelas mantan kepala unit Terminal Purabaya itu.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore