Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Oktober 2019 | 18.50 WIB

Pemicu Suami Nekat Bakar Istri: Kerap Bertengkar gara-gara Handphone

SISA-SISA: Spring bed, bantal, dan boneka yang terbakar di kamar kos Putri Nalurita. (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

SISA-SISA: Spring bed, bantal, dan boneka yang terbakar di kamar kos Putri Nalurita. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com – Putri Nalurita, istri yang dibakar suaminya, sempat meninggalkan rumah kosnya di Jalan Ketintang selama dua hari. Putri dan anaknya pergi ke tempat kerja sang ibu, Sumiati, di daerah Ploso Timur. Dia mendatangi rumah kos suaminya dengan maksud meminta cerai Barang dan pakaian di rumah kos sudah dimasukkan ke koper. Namun sayang, sebelum melontarkan permintaan cerai, perempuan 19 tahun itu lebih dulu mendapatkan perbuatan yang keji dari suaminya.

Heri Suhandoyo, penjaga kos, mengatakan, sebelum berkemas-kemas, korban sempat pamit mau balik ke Bojonegoro. Sebab, Putri ingin berpisah dengan suaminya yang 28 tahun lebih tua tersebut.

Heri mengira cekcok itu segera selesai layaknya pasangan lain. Maspuryanto indekos di tempatnya sejak tujuh bulan terakhir. Lelaki yang memiliki stan minuman di Royal tersebut juga kerap meminjam motornya. ’’Biasanya buat belanja, tapi enggak tahu ini dibawa kabur,’’ ujarnya.

Tetangga korban, Riya Santi, menuturkan bahwa Maspuryanto dan Putri dikenal pendiam. Keduanya jarang berbicara dengan tetangga kamar. ’’Saya ngomong ya baru pas rambut Putri terbakar tadi. Saat itu dia masuk ke kamarku dan membasahi badannya kerena kepanasan.

Sementara itu, Sumiati mengungkapkan bahwa menantunya sering cemburu terhadap anaknya. Dia menuturkan, sejak awal pernikahan, yakni pada Agustus lalu, rumah tangga Maspuryantodan Putri tidak sehat. Hingga akhir-akhir ini, Sumiati mengetahui menantunya sudah dua kali main tangan kepada anaknya. ”Anak saya pernah bilang dipukul suaminya. Kalau anak saya berantem dan tertekan, pasti lari ke tempat kerja saya di Ploso Timur,” ungkap perempuan 44 tahun itu.

Photo

PASANG POLICE LINE: Kondisi kamar kos Putri Nalurita setelah dia dibakar suaminya, Maspuryanto, kemarin (15/10). (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

Sumiati menjelaskan bahwa Maspuryanto sangat posesif. Menantunya itu selalu memaksakan kehendak pada sang istri. ”Putri selalu diminta menuruti kata suaminya,’’ ucap Sumiati.

Saking gampangnya cemburu, Maspuryanto telah lama menjual handphone-nya. Maspuryanto lantas menggunakan ponsel milik istrinya. Dengan begitu, istrinya tidak bisa menghubungi atau dihubungi siapa pun. ”Nomor anak saya dibuang, diganti nomor punya Maspuryanto. Kalau ada teman-teman anak saya yang mau menghubungi, ya ke nomor suaminya,” jelasnya.

Dia menambahkan, anaknya sering dijanjikan dibelikan handphone oleh suaminya. Namun, itu tak kunjung dilakukan. ”Masalah handphone ini juga yang memicu prahara di rumah tangga. Kalau ada telepon dari saya atau anggota keluarga lain, harus memberi tahu suaminya dulu sebelum diangkat. Ponselnya sekarang dibawa suaminya,” katanya.

Masalah yang paling baru, lanjut Sumiati, Putri meminta suaminya mandi. Tetapi, Maspuryanto tidak mau disuruh-suruh. ”Ya begitulah, masalah-masalah di rumah tangga anak saya terus terjadi. Sampai akhirnya, dia membakar anak saya. Putri itu anak saya satu-satunya. Tapi, kenapa keadaannya jadi begini,” ujarnya, lantas menangis.

Kemarin ketika menunggui anaknya di IGD RSUD dr Soetomo, Sumiati terlihat bingung dan sedih. ”Saya bingung mau bayar pengobatannya nanti pakai apa. Pasti ini habisnya banyak. Jujur saja kami ini orang nggak punya. Saya cuma kerja sebagai pembantu rumah tangga,” tutur Sumiati, kemudian terisak-isak.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore