Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Juni 2021 | 02.55 WIB

RS Indrapura Akui Kewalahan Tangani Pasien Covid-19 Asal Bangkalan

RS Darurat Lapangan Indrapura. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

RS Darurat Lapangan Indrapura. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Kapasitas bed Rumah Sakit Darurat Lapangan Indrapura tinggal 30 unit. Dari total kapasitas 400, kini sudah terisi 370. Sebanyak 219 di antaranya adalah pasien asal Bangkalan, Madura.

Penanggung Jawab RSLI Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengakui, dengan kondisi itu, sebenarnya pihaknya tidak mampu menangani. ”Tapi mereka (nakes) kita atur kerja maksimal. Pasien dari Madura, dari hasil penyekatan ada 219. Kita rujuk 9 pasien,” jelas Nalendra pada Selasa (15/6).

Satu di antaranya merupakan pasien dengan kasus varian virus B16172 dari India. Dia dirujuk ke Bojonegoro karena ingin dekat dengan keluarga. ”Sedangkan 8 lainnya karena desaturasi atau penurunan kondisi,” ujar Nalendra.

Dari 219 pasien Bangkalan itu, lanjut Nalendra, 203 di antaranya memiliki CT value di bawah 25. CT Value merupakan istilah untuk menggambarkan jumlah partikel virus yang ada dalam tubuh pasien. Tingkat infeksius atau kemampuan seseorang dalam menularkan virus juga dapat dinilai dari CT Value.

Semakin tinggi nilai CT seseorang, makin rendah kemungkinannya untuk menyebarkan virus yang dapat menginfeksi. Sebaliknya. makin rendah CT Value seseorang, pasien tersebut makin infeksius.

”Ini kami khawatirkan. Cukup banyak pasien dari Penyekatan (Suramadu) yang CT Value di bawah 25. Rata-rata pasien dengan CT Value di bawah 25 adalah warga yang terjaring di Suramadu dan juga santri pondok pesantren,” terang Nalendra.

Nalendra mengakui, penurunan CT Value itu berarti akan ada outbreak atau varian baru. Dengan penemuan varian B16172 di Surabaya, kecurigaan itu terbukti.

”Varian ini, dengan CT Value serendah ini, penyebarannya 98 persen lebih hebat,” ucap Nalendra.

Hampir sebagian besar pasien yang dirawat di RSLI, lanjut Nalendra, belum divaksin. Sebanyak  212 warga yang dirawat dinyatakan belum vaksin.

”Pasien dari Bojonegoro yang terpapar varian B16172 dari India ini sudah vaksin. Kami berharap bagaimana teman-teman melaksanakan edukasi yang baik. Proses penyebaran transmisinya melalui udara bebas, droplet juga. Jadi harus ditingkatkan prokesnya,” kata Nalendra.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore