Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 00.17 WIB

Soal Tatap Muka, Sekolah di Gresik Memilih Tetap Wait and See

GERAK CEPAT: Jajaran Forkopimka Cerme didampingi para istri membagikan masker kepada para pengendara dan ke rumah-rumah warga, Kamis (13/8). (Chusnul Cahyadi/Jawa Pos) - Image

GERAK CEPAT: Jajaran Forkopimka Cerme didampingi para istri membagikan masker kepada para pengendara dan ke rumah-rumah warga, Kamis (13/8). (Chusnul Cahyadi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Sinyal pembelajaran tatap muka di sekolah belakangan mulai mengemuka. Beberapa sekolah pun dikabarkan bersiap-siap menyelenggarakannya. Maklum, selama lima bulan anak-anak melakukan pembelajaran daring. Namun, Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik maupun Kementerian Agama (Kemenag) Gresik memilih tetap wait and see.

Kepala Dispendik Gresik Mahin mengatakan, sejauh ini pihaknya belum membuat keputusan tentang pembelajaran tatap muka. Sebab, belum ada petunjuk dari tim satgas penanganan Covid-19. “Kami masih menunggu pimpinan saja,” ujarnya Kamis (13/8).

Saat ini, setelah berbulan-bulan zona merah, Gresik sudah masuk zona oranye. Status itu sebetulnya belum sepenuhnya aman untuk membuka aktivitas pembelajaran tatap muka di sekolah. Namun, sudah lima bulan para siswa belajar dari rumah. Selama itu pula sekolah-sekolah telah menyiapkan tatanan baru untuk masuk saat pandemi Covid-19. Terutama penerapan protokol kesehatan.

Kabid Pendidikan Dasar Dispendik Gresik Nur Maslichah mengaku, sekolah-sekolah sudah menyiapkan segala pendukung saat mulai kembali masuk nanti. Mekanisme pelaksanaan pembelajaran pun sudah disiapkan dispendik. “Kalau gugus tugas sudah oke, secara teknis kami sudah siap,” ucapnya.


Dihubungi secara terpisah, Kepala Kemenag Gresik H. Markus mengatakan, pihaknya juga belum berani bertindak lebih jauh. Meski menteri agama sudah memberi angin agar madrasah kembali beraktivitas, tentu harus tetap melihat situasi dan kondisi. “Kami menunggu instruksi dari gugus tugas kabupaten untuk melangkah,” ujarnya.

Menurut Markus, apabila Satgas Covid-19 sudah mengizinkan, pihaknya bakal langsung menindaklanjuti. Sebetulnya, saat ini rata-rata sekolah madrasah sudah siap untuk pembelajaran tatap muka. Hanya, saat masuk pertama nanti mungkin kapasitas siswa tidak langsung 100 persen. “Meski zona hijau pun, tidak langsung 100 persen. Tetap bertahap dan evaluasi. Tujuannya, mengantisipasi jangan sampai nanti menjadi klaster baru,” ujarnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=c1FKJKGDsI4

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore