alexametrics
Mengukur Dampak Lonjakan Kasus Covid-19

Dewan Pendidikan Minta Dispendik Surabaya Tinjau Ulang Rencana PTM

13 Juni 2021, 11:48:31 WIB

Kasus baru penularan Covid-19 menunjukkan tren kenaikan dalam sepekan terakhir. Ketersediaan tempat tidur menipis karena ada lonjakan kasus baru. Jika grafik terus meninggi, bukan tidak mungkin rencana sekolah tatap muka akan ditinjau lagi.

DINAS Pendidikan (Dispendik) Surabaya sudah menetapkan pembelajaran tatap muka (PTM) digelar 1 Juli mendatang. Kebijakan itu mengikuti surat keputusan bersama (SKB) empat menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19. Sekolah-sekolah pun sudah melakukan berbagai persiapan.

Namun, rencana itu kini dibayang-bayangi kekhawatiran. Pasalnya, kasus baru penularan Covid-19 di Kota Pahlawan mengalami tren peningkatan. Itu terlihat dari melonjaknya jumlah pasien di sejumlah rumah sakit. Baik di Hotel Asrama Haji (HAH) yang ditangani Pemkot Surabaya maupun Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) di bawah kendali Pemprov Jatim.

Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Juli Poernomo Slamet mengatakan, PTM harus merujuk pada kondisi dan realita di lapangan. Saat ini, lanjut dia, paparan baru virus korona menunjukkan angka peningkatan. Hal itu menjadi kekhawatiran, terutama bagi wali murid yang memberikan izin kepada anak-anaknya untuk mengikuti PTM. ’’Pasti khawatir. Makanya, kondisi ini harus jadi pertimbangan (menggelar) PTM,’’ kata Juli kemarin (12/6).

Jika tren kasus terus naik dan tidak terkendali, dewan pendidikan akan mendesak dispendik untuk meninjau ulang PTM pada 1 Juli. ’’Saya setuju ditinjau ulang saja,’’ tegasnya.

Dalam kondisi begitu, kata dia, dispendik tidak memaksakan diri untuk tetap menggelar PTM. Bagaimanapun, keselamatan dan kesehatan jauh lebih penting. Guru dan peserta didik tidak boleh dikorbankan. ’’Pendidikan itu memang penting. Tapi, lebih utama menjaga kesehatan dan keselamatan anak-anak dan guru-guru,’’ imbuhnya.

Meski begitu, pihaknya tidak berharap PTM dibatalkan. Sebab, sekolah-sekolah sudah melakukan banyak persiapan. Terutama dalam menjaga protokol kesehatan (prokes). Kini kuncinya tinggal mengendalikan dan mencegah agar laju virus tidak meningkat lagi. Harapannya, kasus Covid-19 di Kota Surabaya bisa kembali landai.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : mar/c7/ady

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads