Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Februari 2021 | 01.24 WIB

Awasi Pelanggar, Polrestabes Surabaya Pasang Kamera di Tubuh Polantas

TEROBOSAN: Persimpangan Jalan Mayjen Syngkono yang dipasangi kamera pengawas pelanggar lalu lintas untuk penerapan tilang online. (Dimas Maulana/Jawa Pos) - Image

TEROBOSAN: Persimpangan Jalan Mayjen Syngkono yang dipasangi kamera pengawas pelanggar lalu lintas untuk penerapan tilang online. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com - Satlantas Polrestabes Surabaya akan melengkapi personelnya dengan bodi kamera. Rencana itu diambil untuk memaksimalkan penerapan tilang elektronik yang akan kembali dijalankan dalam waktu dekat.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Chandra menyatakan, tilang elektronik atau ETLE (electronic traffic law enforcement) menjadi atensi dari Mabes Polri. Menurut informasi yang diterima, inovasi itu akan kembali diberlakukan. ”Bagian dari program Bapak Kapolri saat fit dan proper kan,” tuturnya.

Informasi awal menyebutkan, inovasi tersebut mulai diberlakukan bulan depan. Surabaya dan sejumlah daerah yang sudah menerapkan program itu tinggal meneruskan. Sebab, semenjak pandemi, penerapannya dihentikan. ”Garis besar teknis pelaksanaan sama dengan sebelumnya,” ucap alumnus Akpol 2002 itu.

Teddy menuturkan, pihaknya menyiapkan inovasi lain untuk memaksimalkan ETLE. Yakni, membekali anggota dengan bodi kamera. ”Diutamakan kepada personel yang mobile,” paparnya. Nanti personel dibekali kamera yang menempel di tubuh. Kamera itu terhubung secara online.

Fungsi bodi kamera itu, jelas dia, merekam jenis pelanggaran dari pengendara. Jadi, masyarakat yang melanggar lalu lintas tetap berpotensi ditilang ketika lolos dari pantauan CCTV ETLE. ”Berbasis teknologi juga,” ucap polisi dengan dua melati di pundak itu.

Formula terbaik pemakaian bodi kamera tersebut kini sedang digodok. Misalnya, terkait pemberian surat tilang kepada pelanggar yang terekam. Teddy menuturkan, pola terbaiknya harus sesuai dengan harapan Kapolri. Yakni, menghilangkan tindakan tilang secara manual. ”Yang pasti, bodi kamera ini punya beberapa fungsi sekaligus,” paparnya.

Teddy mengambil contoh peluang terjadinya pungutan liar (pungli). Dengan adanya bodi kamera, potensi itu bisa ditekan. Sebab, pengawasan terhadap anggota lebih mudah.

Muaranya, kata dia, indeks kepercayaan masyarakat kepada polisi bisa meningkat. Jadi, sejalan dengan program lain dari Kapolri. ”Satlantas Polrestabes Surabaya siap menjadi pelopor,” katanya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore