Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 April 2020 | 23.35 WIB

Risma Imbau ASN Pemkot Surabaya Tidak Mudik Lebaran

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Humas Pemkot Surabaya/Antara - Image

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Humas Pemkot Surabaya/Antara

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengimbau kepada para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya untuk tidak mudik atau pulang kampung pada saat Lebaran tahun ini di tengah pandemi Covid-19. Imbauan tersebut menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Risma menyampaikan, beberapa waktu lalu, pihaknya sudah menyosialisasikan kepada ASN Pemkot Surabaya untuk tidak mudik Lebaran tahun ini. Bahkan, dia memastikan para ASN sudah menyepakati aturan tersebut. ”Kita sudah sepakat untuk itu. Saya kira ASN Surabaya patuh kok,” kata Risma seperti dilansir dari Antara pada Minggu (12/4).

Risma menjelaskan, soal imbauan mobil dinas ditarik saat jelang libur Lebaran tahun lalu, aturan tersebut langsung diikuti secara serentak. Oleh karena itu, dia pun meyakini bahwa para ASN pun juga mematuhi peraturan yang ditetapkan itu. ”Mudah-mudahan semuanya patuh. Sudah dua minggu lalu kita sosialisasikan,” ujar Risma di Balai Kota Surabaya.

Tidak hanya itu, Risma juga meminta kepada seluruh warga Surabaya untuk tetap disiplin menjalankan protokol-protokol yang sudah ditetapkan sampai masa pandemi Covid-19 selesai. Mulai dari surat edaran tingkat RT/RW sampai protokol mobilitas penduduk. ”Jadi kalau kita keluar kota atau kita kedatangan tamu, itu sudah kita atur sedemikian rupa protokolnya. Tujuannya untuk menjaga kesehatan kita bersama,” tutur Risma.

Selain itu, dia juga menegaskan, jika ada warga yang ternyata baru datang dari luar kota atau luar negeri dipastikan untuk tidak keluar rumah selama masa inkubasi 14 hari. Semua itu dilakukan agar masyarakat yang dari berpergian maupun warga yang tinggal di wilayah tersebut tetap aman.

”Jadi kalau ada yang dari luar kota atau migrasi penduduk yang baru, saya berharap bisa ditinggal di rumah selama 14 hari. Ini dikhawatirkan ada virus atau bakteri menempel di tubuh mereka yang kemudian akan menulari kita. Karena itu, tolong sekali lagi, bantu pemerintah kota untuk menjaga protokol ini dengan disiplin yang tinggi,” ucap Risma.

Dia juga berpesan semua warga di Kota Surabaya dapat bersama-sama menjaga diri sendiri, lingkungan dan keluarga mengingat jumlah pasien yang kian bertambah dan terbatasnya jumlah dokter maupun perawat. ”Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Kita juga punya keterbatasan dokter dan perawat. Sekali lagi untuk seluruh wargaku yang saya cintai, ayo ikuti protokol itu,” kata Risma.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=UfzhGdr4xgs

https://www.youtube.com/watch?v=q5fYk_JF7l0

https://www.youtube.com/watch?v=RER8xCqKyl4
 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore