
UPAYA HUKUM: Eric Priyo Prasetyo menunjukkan dokumen yang menjadi bukti laporan polisi. (Robertus Risky/Jawa Pos)
Puluhan nomor telepon berbeda yang tak dikenal menghubungi HP Eric setiap hari. Penelepon misterius itu meminta kode aktivasi yang dikirim melalui SMS. Merasa tak nyaman, Eric mengganti nomor HP. Tujuh menit kemudian, tabungannya ludes.
---
Seorang pria yang mengaku customer service Bank Danamon menelepon Eric Priyo Prasetyo pada Mei 2016. Pria tak dikenal itu mengatakan bahwa Eric terdaftar pada layanan bank yang menyajikan harga-harga komoditas, valas, dan saham. Biayanya akan didebet otomatis dari rekening.
Pria 39 tahun tersebut lantas mengonfirmasi ke Bank Danamon di Jalan Panglima Sudirman, Surabaya, tentang informasi itu. Namun, pihak bank menyatakan tidak ada layanan seperti yang disebutkan dan meminta Eric untuk mengabaikannya. Dia pun tak menanggapi informasi dari penelepon misterius itu.
Tak lama berselang, kode aktivasi masuk ke pesan di HP Eric. Kode tersebut masuk berkali-kali selama beberapa hari. Padahal, dokter gigi itu tidak sedang melakukan transaksi atau aktivasi layanan apa pun.
Penelepon itu menghubunginya lagi. Dia minta Eric membacakan kode, tapi ditolak. Sejak itu, nomor teleponnya terus berdering. Dihubungi pria tak dikenal. Penelepon memaksa Eric untuk mengaktivasi layanan dari Bank Danamon. ’’Dia bilang, kalau tidak mau daftar layanan, tolong dikasih kode aktivasi untuk menonaktifkan layanan. Saya tidak mau sebutkan kode apa pun,’’ ungkap Eric.
Penelepon gelap itu menelepon tiap hari selama beberapa minggu untuk minta kode. Bukan itu saja. Banyak nomor telepon tak dikenal yang menelepon Eric silih berganti. ’’Saya reject tidak bisa. Telepon masuk terus. Saya angkat, mati, ganti telepon lain. Saya matikan HP, ketika dihidupkan masih terus masuk. Saya blokir tidak bisa,’’ tuturnya.
Pesan singkat yang berisi ancaman juga diterimanya. Isinya, orang tak dikenal itu mengaku mengetahui keberadaan Eric dengan melacak nomor telepon selulernya. Eric pun merasa tak nyaman. Dia lantas mendatangi Grapari Telkomsel yang ada di Jalan Kayoon, Surabaya, untuk menutup nomor HP-nya.
’’Tujuh menit kemudian, ternyata nomor saya sudah aktif lagi. Dari informasi di kantor itu, nomor saya dikloning di Grapari Kelapa Gading, Jakarta. Padahal, nomor sudah saya tutup,’’ paparnya.
Beberapa hari kemudian, Eric kaget melihat saldonya tersisa sedikit. Padahal, sebelumnya ada Rp 400 juta. Setelah dicek di mutasi rekening, uangnya sudah mengalir ke lima rekening berbeda sebanyak delapan kali dengan total Rp 399,5 juta.
Pemilik lima rekening itu sama sekali tidak dikenalnya. Eric juga tak pernah mentransfer tabungannya ke rekening-rekening tersebut. Setelah dicek lebih detail, proses transfernya tidak lama setelah dia mengajukan penutupan nomor selulernya ke Telkomsel. Sekitar tujuh menit setelahnya.
Eric merasa masuk perangkap sindikat itu setelah pergi ke Grapari Telkomsel untuk menutup nomor selulernya. Upayanya menutup kartu itulah yang sebenarnya diinginkan sindikat tersebut. ’’Semestinya yang pertama saya lakukan menutup nomor rekening dulu. Bukan nomor telepon,’’ ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
4 Faktor yang Membentuk Kepribadian Introvert Menurut Penjelasan Psikologi
5 Kiat Introvert Menjadi Pemimpin Tangguh Tanpa Harus Mengubah Sifat Alami
Kenaikan Target Bansos 2026: Kemensos Wajibkan Registrasi Ulang Wajah
Jokowi Dikabarkan Deklarasi jadi Ketum PSI Awal November, KDM Disebut Ikut Pindah Gerbong
Ganggu Lingkungan Pemkot Surabaya Segel Usaha Potong Ayam di Tengah Kampung Bratang Gede
Madura United Bidik 3 Poin di Derbi Suramadu, Persebaya Surabaya Wajib Waspada
Tavares Janji Persebaya Tampil Trengginas Lawan Madura United Demi Dongkrak Klasemen
Prediksi Skor Lens vs Paris FC di Liga Prancis: Les Parisiens Kejar Puncak
Prediksi Skor Barcelona vs Real Madrid 26 Oktober 2026: El Clasico Sengit!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022