
PEGANG PRINSIP: JS bersikap tegas dengan memilih bercerai karena sang suami menjadi pecandu sabu-sabu. Kini dia hidup bersama anak semata wayangnya. (Dimas Maulana/Jawa Pos)
JS menutup pintu maaf untuk suaminya. Janji meninggalkan narkoba hanya manis di bibir. Bercerai menjadi satu-satunya pilihan.
---
JS mengenal FN sebagai sosok yang baik. Dia menganggap pria yang meminangnya tujuh tahun lalu tersebut cocok menjadi pemimpin hidupnya. Perempuan 33 tahun itu pun menerima pinangan FN dan sepakat hidup bersama dalam ikatan perkawinan yang dicatat di KUA Kecamatan Sukolilo.
Kejanggalan muncul ketika rumah tangga masih seumur jagung. Mantan finalis kontes kecantikan bergengsi di tanah air tersebut melihat ada yang tidak beres dengan tingkah suaminya. Mulai cara berjalan yang aneh sampai gerak-gerik tangan yang sering mengusap hidung. JS curiga suaminya menjadi pecandu narkoba.
Namun, kecurigaan itu dikuburnya. Perempuan yang juga make-up artist tersebut terus berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa suaminya baik-baik saja. ”Kalau orang (pakai, Red) narkoba, kan ada something dengan badannya yang nggak bagus,” ujar JS.
JS diam-diam membuka handphone suaminya. Dia menemukan pesan-pesan berkode yang tidak pernah dimengerti sebelumnya. ”Kayak istilah sendok, mekdi, KFC. Pakai kode-kode yang saya tidak tahu sama sekali,” kata JS.
Dia pun berusaha mencari tahu ke teman-teman FN. Dari sana, dia mendengar bahwa suaminya yang berprofesi disc jockey (DJ) kerap berpesta narkoba. ”Ternyata tiap hari dia pakai (sabu-sabu). Saya tegur, ”Kamu pakai narkoba ya?” Dia bingung. Kalau sudah ditegur, dia mulai nggak (nyabu) lagi,” ucapnya. JS mengancam meminta cerai kalau suaminya masih bermain-main dengan narkoba.
Sejak kebiasaan buruk suami terungkap, rumah tangga mereka mulai tidak harmonis. Keduanya kerap cekcok meski penyebabnya sepele. Nafkah yang diberikan FN pun kurang. Tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan JS dan anaknya yang berusia 5 tahun. Bahkan, untuk kebutuhan sehari-hari, FN justru terkesan bergantung kepada JS.
FN sebenarnya bisa saja menafkahi istri dan anaknya seandainya tidak mengonsumsi narkoba. Orang tua FN punya bisnis percetakan. Selain nge-DJ, siangnya FN semestinya bekerja di kantor orang tuanya. ”Dia pamit kerja. Tapi, setelah saya cek, dia tidak pernah ke kantor. Saat malam, dia nge-DJ. Uang DJ juga tidak pernah ke saya,” jelasnya.
Kebiasaan FN mengonsumsi narkoba tetap berlanjut. Dia kerap tidak pulang. JS sangat marah ketika memergoki suami nyabu saat membawa anaknya. Ceritanya, FN membawa keluar bocah laki-laki semata wayangnya. Sampai menjelang sore, suami dan anaknya tidak kunjung pulang.
Dia menghubungi teman-teman FN. Ternyata FN dan anaknya sedang berada di rumah salah seorang temannya. Di sana FN menggunakan sabu-sabu. Padahal, saat itu dia membawa anaknya. ”Itu yang tidak bisa saya terima sampai sekarang,” tegasnya.
JS tidak mampu lagi membendung amarah. Suaminya kembali berjanji untuk kali kesekian bahwa dirinya tidak akan nyabu. Pada akhir 2019, teman dekat FN ditangkap polisi karena nyabu. JS kembali mengingatkan suami. Jika masih nyabu, FN bakal diceraikannya. FN selalu membantah tudingan istrinya. Dia mengaku tidak pernah nyabu karena harganya mahal. FN bahkan mengucapkan janji di depan orang tua JS. ”Kalau selama enam bulan masih mengulangi kesalahan-kesalahannya, dia siap ditendang,” katanya.
Namun, baru tiga bulan setelah mengucap janji, FN ditangkap polisi saat hendak berpesta narkoba pada 5 Maret lalu. JS sudah tidak bisa memberikan ruang maaf untuk suaminya. Dia menggugat cerai di Pengadilan Agama (PA) Surabaya. Saat itu suaminya masih menjalani penyidikan di Mapolda Jatim.
Baca Juga: Risma Tri Lestari Tipu 47 Pelancong dengan Kode Booking Pesawat Palsu
Gugatan cerai JS dikabulkan majelis hakim pada Selasa (15/9). Menurut hakim, JS dan FN tidak bisa hidup rukun lagi sehingga perceraian menjadi jalan terbaik. Hak asuh anak akhirnya diberikan kepada JS. Salinan putusan perkara cerai JS dan FN diterima pada Kamis (17/9). Pada hari yang sama, suaminya divonis tujuh bulan penjara dalam kasus narkoba.
Sementara itu, pengacara FN, Agus Mulyo, menolak saat dimintai konfirmasi mengenai perkara narkoba maupun perceraian. Hanya, dalam pembelaannya yang dibacakan saat sidang, FN beralasan mengonsumsi sabu-sabu karena sedang ada masalah dengan istrinya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Ar_Swl0d6VI&ab_channel=jawapostvofficial
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor Malaga vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Super Depor Bisa Curi Poin
Prediksi Skor Getafe vs Racing Santander di Liga Spanyol 2026/2027: Azulones Rawan Kecolongan!
Prediksi Skor Brighton & Hove Albion vs Aston Villa di Liga Inggris 2026/2027: Laga Berakhir Imbang!
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Groningen di Liga Belanda: Boeren Enggan Malu di Kandang!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Tak Hanya Jenderal TNI-Polri, Pengusaha Haji Isam Dikabarkan Dapat Tugas Tangani Karhutla di Kalsel
Prediksi Skor Rennes vs Paris Saint-Germain di Liga Prancis 2026/2027: Les Parisiens Bisa Kesulitan!
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Los Rojiblancos Diunggulkan!
