
KETATKAN ATURAN: Petugas keamanan memantau suhu tubuh calon penumpang kapal di area Terminal Gapura Surya Pelabuhan Tanjung Perak, Rabu (10/6). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com - Setelah diliburkan hampir dua bulan, layanan angkutan penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak mulai diaktifkan. Operator kapal mulai menjual tiket perjalanan kembali. Selain mengoptimalkan layanan online, ada penerapan physical distancing di atas kapal untuk mencegah persebaran virus korona atau Covid-19.
VP Corporate Communications Pelindo III Wilis Aji Wiranata memastikan bahwa instansinya telah melakukan persiapan untuk menerapkan new normal.
Seluruh petugas di bagian layanan wajib memakai pelindung wajah (face shield). Pelindo juga telah menyebar pemantau suhu tubuh digital di pintu masuk ruang tunggu.
”Sudah ada ruang isolasi untuk pasien yang kedapatan sakit. Kami bakal bekerja sama dengan kantor kesehatan pelabuhan (KKP) untuk memantau penumpang,” kata Wilis. Dia menjelaskan, sistem jaga jarak akan diterapkan secara full di pelabuhan. Ada garis antrean penumpang yang telah disusun. Mereka diwajibkan mematuhi garis dan dilarang berdesak-desakan.
Menurut Wilis, instansinya sudah memiliki strategi untuk mencegah persebaran virus. Di bidang operasional, Pelindo III menerapkan pelayanan berbasis digital melalui berbagai sistem dan aplikasi. Beberapa di antaranya, aplikasi single portal Integrated Billing System (IBS) yang memiliki layanan e-regristration, e-booking, e-tracking, e-payment, e-invoice, e-billing, dan e-care.
Selain itu, Pelindo menerapkan sistem meeting online. ”Agen kapal tidak perlu datang ke kantor lagi untuk melaporkan kedatangan. Rapat penyambutan kapal digelar online dari kantor-kantor masing,” jelas Wilis. Pria asli Surabaya itu melanjutkan, layanan online tidak saja untuk mencegah persebaran virus. Namun juga untuk memudahkan pengguna jasa.
Sementara itu, operator kapal mulai menjual tiket lagi setelah memasuki era new normal. Kapal penumpang mulai berlayar lagi. Ada skema anyar sebagai proses adaptasi terhadap pandemi.
Kepala Operasi PT Pelni Cabang Surabaya Tri Wantoro menjelaskan, penjualan tiket secara resmi dimulai 8 Juni. Sebab, ada perbedaan dalam pemesanan tiket dibanding sebelumnya.
Perbedaan itu tidak saja mengenai kapasitas angkutan. Namun juga metode pembelian. Untuk sementara waktu, layanan penjualan tiket hanya dilakukan di kantor cabang.
”Untuk surat tugas tidak wajib lagi. Yang wajib disetorkan hasil rapid test,” kata Tri. Dia menguraikan, penumpang harus menyerahkan salinan surat sehat saat memesan tiket. ”Rapid test juga ada masa kedaluwarsa. Sarannya, tes dilakukan sebelum pesan tiket,” tambah Tri.
Dia melanjutkan, perusahannya akan menerapkan sejumlah protokol di atas kapal. Jarak antar penumpang diatur. Komunikasi antara ABK dan penumpang tak sama dengan sebelum terjadinya pandemi.
PROTOKOL NEW NORMAL DI PELABUHAN TANJUNG PERAK

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
