Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Januari 2020 | 01.36 WIB

Habis Hujan Mengguyur Surabaya, Lubang Jalan Bertebaran

ASPAL MENGELUPAS: Salah satu lubang terlihat di Jalan Kertajaya Indah kemarin sore (9/1). (Alfian Rizal/Jawa Pos) - Image

ASPAL MENGELUPAS: Salah satu lubang terlihat di Jalan Kertajaya Indah kemarin sore (9/1). (Alfian Rizal/Jawa Pos)

JawaPos.com – Curah hujan yang tinggi disertai angin kencang hampir sepekan belakangan tidak hanya berdampak pada pohon yang roboh. Secara kasatmata, hujan lebat itu juga meninggalkan genangan sehingga jalan-jalan bisa rusak berlubang.

Kondisi jalan berlubang tersebut dapat membuat pengendara tidak nyaman. Bahkan berpotensi sebagai penyebab kecelakaan lalu lintas. Misalnya, pengendara yang kaget untuk menghindari lubang jalan tiba-tiba banting setir Risikonya adalah tergelincir atau bersenggolan dengan kendaraan lain.

Jalan yang rusak karena hujan itu tersebar di sejumlah titik di Surabaya. Misalnya, di Jalan Kertajaya Indah sisi selatan. Lubang jalan yang tersebar di hampir sepanjang jalan tersebut memang tidak terlalu dalam, tetapi cukup membuat pengendara sepeda motor tidak nyaman.

Jalan yang berlubang juga terpantau di Jalan Kedung Mangu, Kenjeran. Ada belasan lubang di jalan tersebut. Begitu pula di Jalan Nambangan yang menjadi salah satu akses ke Kecamatan Bulak. Salah satu penyebabnya, saluran tepi jalan yang tidak berfungsi dengan baik.

Begitu pun kondisi jalan di Jalan Pandugo dekat sebuah taman. Jalan yang berlubang dan tidak rata terlihat di hampir sepanjang jalan tersebut. Salah satu penyebabnya, genangan air yang cukup lama sehingga aspal cepat mengelupas. Jalan itu juga ramai kendaraan setiap hari.

Di pusat kota, kondisi jalan relatif mulus. Jalan Raya Darmo, misalnya, baru saja dilapisi aspal. Namun, di sisi utara perempatan Jalan Raya Darmo yang dekat dengan Monumen Perjuangan Polri, sudah ada tanda-tanda aspal yang rawan mengelupas meski tidak terlalu lebar.

Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan mengungkapkan, pemkot sudah memiliki satuan tugas (satgas) yang memantau kondisi jalan-jalan rusak tersebut. Mereka juga bertugas untuk langsung memperbaiki jalan yang berlubang tersebut. ’’Kami bagi, ada lima rayon. Mereka yang bertugas aktif tetap berjaga untuk memastikan tak ada jalan yang berlubang,’’ ungkap Hendro kemarin (9/1).

Jalan yang kerusakannya tidak terlalu parah itu memang diperbaiki satgas. Tidak perlu sampai ada lelang khusus untuk perbaikan jalan tersebut. Sebab, sistem swakelola diterapkan. Hanya, yang dilelang adalah bahan yang digunakan untuk perbaikan atau rehabilitasi jalan tersebut.

’’Lelangnya lebih awal. Karena itu pekerjaan rutin. Jadi, begitu digedok APBD, langsung dilelang,’’ jelas mantan kepala Bappeko Surabaya tersebut.

Berdasar data lelang elektronik, memang sudah ada lelang untuk belanja hotmix dengan jenis hot roller sheet (HRS). Lelang itu sekaligus dilakukan untuk belanja tack coat yang biasanya difungsikan sebagai lapisan perekat jalan. Total anggaran pada APBD 2020 yang disediakan untuk belanja dua jenis itu mencapai Rp 7,524 miliar. Lelang tersebut dimenangkan PT Tripalindo Trans Mix dengan harga penawaran Rp 5,6 miliar.

Hendro menuturkan, warga yang mengetahui jalan lubang, tetapi tidak segera ditambal bisa langsung menghubungi Command Center 112. Bisa pula melalui saluran pengaduan yang lainnya.

’’Kita lihat satu fasilitas umum itu sudah diserahkan atau belum. Kedua, dilihat tingkat urgensinya. Kepadatan jalannya sering dilalui orang atau tidak. Kalau memang padat dan aset pemkot, insya Allah kami kerjakan,’’ tegas Hendro.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti menyebutkan bahwa salah satu jalan yang perlu mendapat perhatian adalah Jalan Keputih Tegal Timur. Di jalan tersebut, terdapat banyak lubang. Meski akses perkampungan, jalan itu kerap dilalui kendaraan berat menuju proyek permukiman di sisi timur.

’’Saluran tepinya rusak,’’ ujar Reni. Bahkan, berdasar pengamatan di lapangan, jalan tersebut tidak memiliki saluran yang layak. Lebih dari separo bagian tidak punya saluran tepi. Akibatnya, hampir selalu ada genangan setelah hujan.

Perbaikan saluran tepi di kiri dan kanan jalan itu memang menjadi sorotan dewan sejak lama. Memang, drainase di jalan-jalan protokol atau arteri sudah bagus. Namun, masih banyak akses menuju ke perkampungan atau lingkungan warga tersebut yang belum beres.

’’Kalau saluran tepinya tidak bagus, ya air tak bisa cepat surut. Akibatnya, genangan merusak jalan. Jika sudah begitu, ya rentan terjadi kecelakaan karena jalan lubang,’’ papar Reni.

Gerak Cepat Tutup Lubang

1. Petugas penambal lubang berasal dari lima rayon. Mulai barat, timur, utara, selatan, hingga pusat.

2. Hampir tiap hari petugas berkeliling di jalan-jalan utama untuk menambal lubang. Mereka membawa truk yang berisi aspal beserta perlengkapan dan peralatan lain untuk menambal lubang jalan yang ditemukan.

3. Laporan jalan berlubang bisa langsung ke Command Center 112.

4. Jalan perkampungan perlu pula mendapatkan perhatian dari pemkot.

Diolah dari berbagai sumber

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore