Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Desember 2020 | 04.25 WIB

Kalah di Quick Count, Machfud Tunggu Hasil Rekapitulasi Resmi KPU

Machfud Arifin didampingi Mujiaman ketika melakukan konferensi pers di kediamannya. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Machfud Arifin didampingi Mujiaman ketika melakukan konferensi pers di kediamannya. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Berbagai lembaga quick count menyebut Paslon 01, Eri dan Armuji unggul. Menanggapi hal tersebut, Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Nomor Urut Dua Machfud Arifin-Mujiaman mengajak warga untuk menunggu hasil rekapitulasi resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

”Kami akan menunggu rekapitulasi dari KPU. Apa yang selama ini saya lakukan bersama Pak Mujiaman adalah untuk warga Surabaya,” tutur Machfud di kediamannya, Jalan W.R. Supratman, Surabaya.

Mantan Kapolda Jawa Timur itu menegaskan, hasil tersebut masih bersifat sementara. Sehingga, masih terdapat beberapa tahap lanjutan. ”Harus mengikuti tahap berikutnya. Akan menuliskan langkah-langkah berikutnya. Sore ini (9/12) masih ditunggu proses penghitungannya,” ujar Machfud.


Machfud juga berterima kasih pada seluruh pihak yang telah mendukungnya. Dia menyatakan, tidak akan sampai pada tahap ini tanpa bantuan partai pengusung, pendukung, dan relawan.

Dalam konferensi pers tersebut, di kediaman Machfud dipenuhi pendukung dari berbagai kalangan. Tidak hanya milenial, tampak beberapa perwakilan partai pengusung. Mereka memenuhi tenda yang sudah disediakan sambil menonton quick count.

Hadir pula ketua DPC Partai Golkar Surabaya Arif Fathoni. Arif mengaku bahwa pihaknya masih menunggu hasil resmi. Dia tidak ingin terburu-buru.

”Kami akan menunggu hasil resmi. Sah sah saja kalau sudah merayakan. Kami menghormati, tapi kami meminta masyarakat untuk menunggu hasil rekapitulasi dari KPU,” ujar Arif.

Arif mengatakan, di lapangan, pihak saksi masih terus bekerja. Dia juga menyayangkan pengaruh pandemi yang membuat banyak pemilih tidak hadir di TPS.

”Memang pertama kali pilkada pada masa pandemi. Parpol pengusung sudah edukasi politik tentang protokol kesehatan. Protokol kesehatan TPS juga sudah. Namun efeknya belum signifikan. Covid ini masih jadi bayang-bayang banyak orang,” ucap Arif.

Arif juga tidak ingin berandai-andai. ”Belum 100 persen jadi nggak bisa berandai-andai. Termasuk langkah apa yang diambil selanjutnya,” kata Arif.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore