
Mujiaman dan istri (tengah) didampingi model dari SZ Management dan Komunitas Hijaber Milenial Surabaya. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Calon Wakil Wali Kota Surabaya Nomor Urut Dua Mujiaman Sukirno menilai sistem pendidikan Surabaya harus diubah. Sistem pendidikan harus dibenahi tapi bukan membebani dan menjejali siswa dengan terlalu banyak pelajaran.
”Tidak harus membuat pendidikan di luar sekolah dengan les. Harusnya mengolah sistem pendidikan di Surabaya supaya lebih mengembangkan kreativitas anak,” tutur Mujiaman ketika menemui model Hijaber pada Senin (9/11).
Mantan Direktur Utama PDAM Surya Sembada itu, memberikan ide lain dengan menyederhanakan sistem pendidikan. Sebab, siswa sudah terlalu banyak mendapatkan pelajaran. Pemerintah, guru, dan orang tua harus memperhatikan pengembangan diri anak.
”Harus ada pelajaran pengembangan kreativitas, inovasi, olahraga, dan kemampuan interpersonal. Tempat les bukan dihapus tapi dikonversi tapi jadi bimbingan kreativitas,” ujar Mujiaman.
Mujiaman melihat generasi milenial harus diekspos dengan internasionalisasi. Sebab, persaingan akan semakin ketat dengan pasar bebas.
Dalam pertemuan tersebut, Mujiaman mengapresiasi kreativitas anak muda yang terus berkembang. ”Saya bertemu dengan model ini bukan hanya untuk menggaet perolehan suara dan dukungan, namun juga mendengar keluhan dan kebutuhan mereka. Tujuannya untuk melihat harus membantu seperti apa,” ujar Mujiaman.
Ketika ditanya teknis internasionalisasi yang dimaksud, Mujiaman mengatakan, akan memanfaatkan sister city dengan program in world dan out world.
"Program in world caranya dengan ahlinya dibawa ke sini. Misal ahli fashion. Jadi anak muda bisa tahu perkembangan. Program out world, anak muda dibawa keluar negeri untuk belajar langsung,” kata Mujiaman.
Mujiaman tidak menampik bahwa hingga kini, program sister city yang diusung Pemkot Surabaya belum maksimal. Sebab, sedikit manfaat bagi anak muda.
”Saya mohon maaf. Tapi saya merasa harusnya sister city mampu mendorong kreativitas anak muda. Harus banyak pengembangan kreativitas. Jangan banyak-banyak mata pelajaran. Harus ditambah ekstrakurikuler, voli, sepak bola. Pelajaran kreatif harus ditambah. Misal dengan bekerja sama dengan sister city,” tutur Mujiaman.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=9evbbvJHn3U

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
