Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 November 2020 | 03.24 WIB

Mujiaman Ingin Benahi Pendidikan tanpa Membebani Siswa dan Orang Tua

Mujiaman dan istri (tengah) didampingi model dari SZ Management dan Komunitas Hijaber Milenial Surabaya. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Mujiaman dan istri (tengah) didampingi model dari SZ Management dan Komunitas Hijaber Milenial Surabaya. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Calon Wakil Wali Kota Surabaya Nomor Urut Dua Mujiaman Sukirno menilai sistem pendidikan Surabaya harus diubah. Sistem pendidikan harus dibenahi tapi bukan membebani dan menjejali siswa dengan terlalu banyak pelajaran.

”Tidak harus membuat pendidikan di luar sekolah dengan les. Harusnya mengolah sistem pendidikan di Surabaya supaya lebih mengembangkan kreativitas anak,” tutur Mujiaman ketika menemui model Hijaber pada Senin (9/11).

Mantan Direktur Utama PDAM Surya Sembada itu, memberikan ide lain dengan menyederhanakan sistem pendidikan. Sebab, siswa sudah terlalu banyak mendapatkan pelajaran. Pemerintah, guru, dan orang tua harus memperhatikan pengembangan diri anak.

”Harus ada pelajaran pengembangan kreativitas, inovasi, olahraga, dan kemampuan interpersonal. Tempat les bukan dihapus tapi dikonversi tapi jadi bimbingan kreativitas,” ujar Mujiaman.

Mujiaman melihat generasi milenial harus diekspos dengan internasionalisasi. Sebab, persaingan akan semakin ketat dengan pasar bebas.

Dalam pertemuan tersebut, Mujiaman mengapresiasi kreativitas anak muda yang terus berkembang. ”Saya bertemu dengan model ini bukan hanya untuk menggaet perolehan suara dan dukungan, namun juga mendengar keluhan dan kebutuhan mereka. Tujuannya untuk melihat harus membantu seperti apa,” ujar Mujiaman.

Ketika ditanya teknis internasionalisasi yang dimaksud, Mujiaman mengatakan, akan memanfaatkan sister city dengan program in world dan out world.

"Program in world caranya dengan ahlinya dibawa ke sini. Misal ahli fashion. Jadi anak muda bisa tahu perkembangan. Program out world, anak muda dibawa keluar negeri untuk belajar langsung,” kata Mujiaman.

Mujiaman tidak menampik bahwa hingga kini, program sister city yang diusung Pemkot Surabaya belum maksimal. Sebab, sedikit manfaat bagi anak muda.

”Saya mohon maaf. Tapi saya merasa harusnya sister city mampu mendorong kreativitas anak muda. Harus banyak pengembangan kreativitas. Jangan banyak-banyak mata pelajaran. Harus ditambah ekstrakurikuler, voli, sepak bola. Pelajaran kreatif harus ditambah. Misal dengan bekerja sama dengan sister city,” tutur Mujiaman.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=9evbbvJHn3U

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore