
Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com – Perkembangan harian situasi pandemi virus korona di wilayah Jatim makin menunjukkan tren menurun. Terbaru, satu kabupaten ditetapkan masuk level 1. Yakni, Lamongan.
Sementara itu, daerah-daerah lain berpotensi menyusul kabupaten di pantai utara (pantura) Jatim tersebut. Sebab, sejumlah indikator menunjukkan perbaikan signifikan.
Perkembangan itu terungkap dari hasil asesmen tren persebaran Covid-19 di Jatim oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hasil asesmen tersebut menjadi pertimbangan pemerintah dalam menerapkan status pada kebijakan PPKM.
Dari hasil asesmen, Lamongan memang belum masuk zona hijau. Namun, sejumlah indikator menunjukkan hasil positif. Saat ini jumlah kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk kurang dari 20 kasus. Lalu, jumlah pasien yang dirawat per 100 ribu penduduk kurang dari lima kasus. Jumlah pasien meninggal akibat Covid-19 per 100 penduduk kurang dari satu kasus.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, situasi pandemi Covid-19 di Lamongan sudah landai. Karena itu, posisinya berada di level 1. ’’Tapi, data ini belum final,’’ katanya.
Khofifah menegaskan bahwa asesmen Kemenkes merupakan data tentang kondisi ter-update di lapangan. Karena itu, sifatnya sangat dinamis. Apalagi, pandemi virus korona belum berlalu. ”Saya berpesan kepada warga Lamongan untuk terus mempertahankan kondisi yang sudah ada,’’ ungkapnya.
Lantas, bagaimana kondisi daerah lain? Khofifah menyebut, cukup banyak kabupaten/kota yang berpotensi menyamai Lamongan. Itu dilihat dari jumlah daerah yang berubah dari level 4 ke 3, lalu level 3 ke 2.
Selain itu, berdasar rata-rata provinsi, capaian pada setiap indikator sudah menunjukkan penurunan yang cukup drastis. Tren kasus positif yang semula 111,7 kasus per 100 ribu penduduk turun menjadi 13,68 kasus per 100 ribu penduduk.
Tren rawat inap yang dulu 36,82 per 100 ribu penduduk turun menjadi 9,58 per 100 ribu penduduk. Angka tersebut dihitung berdasar jumlah dalam sepekan. Lalu, angka kematian dari semula 6,27 per 100 ribu penduduk juga turun menjadi 1,8 per 100 ribu penduduk.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Jawa Timur dr Makhyan Jibril optimistis banyak daerah lain bakal menyusul Lamongan. Namun, dia khawatir, daerah yang sudah mencapai posisi bagus itu lengah. ’’Mereka abai dan tren kasus Covid-19 kembali naik,’’ ucapnya.
Penurunan kasus Covid-19 bukan kali pertama terjadi di Jawa Timur. Pada bulan yang sama tahun lalu, tren kasus Covid-19 mulai landai. Kala itu, aktivitas tampak seperti normal. Tempat wisata kembali ramai. Libur panjang pada akhir Oktober juga ramai.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
