
Simulasi belajar tatap muka digelar di SMP 15 Kota Surabaya pada Senin (3/8). Pemkot Surabaya/Antara
JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, menerapkan tiga metode pembelajaran untuk peserta didik jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) selama pandemi Covid-19.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini seperti dilansir dari Antara di Surabaya mengatakan, selama pandemi Covid-19 telah membuat suasana di seluruh dunia berbeda seperti hari-hari sebelumnya. Seperti perubahan dalam kebiasaan hidup, termasuk pula pada proses belajar mengajar di sekolah.
”Kami berharap kepada anak-anak agar tidak ragu, takut, atau kurang nyaman dengan kondisi yang berbeda. Sebab, perubahan ini adalah salah satu upaya untuk mencegah virus tersebut,” kata Risma pada Minggu (9/8).
Adapun tiga metode yang diterapkan selama ini, mulai pembelajaran daring, luring melalui penugasan di masing-masing rumah siswa, hingga yang terbaru adalah menggandeng kerja sama dengan stasiun televisi swasta.
”Kita harus tetap semangat meskipun belajar melalui televisi. Biasakan yang tidak biasa, kita biasakan dengan cara belajar melalui televisi,” kata Risma.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Supomo mengatakan, walaupun dalam suasana yang sangat terbatas, kualitas pembelajaran diperlukan agar anak-anak semakin pintar. Untuk itu, Dispendik Surabaya menyiapkan beberapa varian metode pembelajaran agar anak-anak tidak merasa bosan.
”Kerja sama bersama televisi itu adalah varian pilihan dengan harapan semua anak-anak Surabaya bisa belajar dengan mudah,” kata Supomo.
Menurut dia, pihaknya sebelumnya juga menyediakan akses literasi belajar bagi siswa jenjang SD dan SMP baik itu melalui daring maupun luring dengan memberikan materi tugas setiap minggu kepada anak-anak. ”Itu semua kita lakukan supaya kualitas pembelajarannya bagus. Mereka anak-anak tidak bosan. Dengan demikian pembelajaran ini berjalan dengan menarik,” terang Supomo.
Sedangkan pada metode pembelajaran baru melalui siaran langsung di televisi swasta, para pelajar dapat langsung bertanya kepada para pengajar melalui sambungan telepon. Para pengajar program belajar melalui televisi itupun diisi para guru berdasar mata pelajaran.
Pengajar itu berasal dari sekolah negeri maupun swasta di Surabaya. Bahkan, pihaknya juga telah mengatur jadwal mata pelajaran sedemikian rupa. ”Ada guru dari sekolah negeri, ada dari swasta, bergantian jadwalnya. Realisasinya mulai Senin (3/8),” ujar Supomo.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=zKtmnIQuWsE
https://www.youtube.com/watch?v=Wo5BiizygtM
https://www.youtube.com/watch?v=Nkz8JXQOiIM

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
