Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Januari 2020 | 00.44 WIB

Mulai Uji Coba Angkot Masuk Terminal Intermoda Joyoboyo

HARUS BERDOKUMEN LENGKAP: Sebuah angkot melintas di sisi selatan Terminal Intermoda Joyoboyo, Minggu (5/1). (Dimas Maulana/Jawa Pos) - Image

HARUS BERDOKUMEN LENGKAP: Sebuah angkot melintas di sisi selatan Terminal Intermoda Joyoboyo, Minggu (5/1). (Dimas Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com -  Hari ini (8/1) Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mulai uji coba angkot masuk ke Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ). Uji coba tahap pertama hanya diberlakukan untuk angkot. Bus kota masih menunggu koordinasi lebih lanjut.

Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Surabaya Ridlo Noor Wahab menjabarkan, seluruh persiapan sudah dilakukan kemarin (8/1). ’’Kami juga sudah koordinasi dan rapat dengan organisasi angkot,’’ ucapnya. Dari koordinasi tersebut, angkot disepakati masuk TIJ pukul 06.00–22.00. Rute masuk angkot dari selatan terminal lantas keluar lewat sisi utara. ’’Per trayek maksimal dua armada,’’ lanjutnya.

Ridlo mengatakan, seluruh aktivitas naik turun penumpang dilakukan di dalam terminal. Kecuali untuk bus jurusan Mojokerto (bus hijau). Saat uji coba hari ini, naik turun penumpangnya diatur. ’’Bus akan diarahkan menurunkan penumpang ke sisi lebih barat dibanding lokasi penurunan penumpang sebelumnya,’’ ucap Ridlo. Sebelum TIJ beroperasi, bus biasanya menurunkan penumpang di pertigaan Joyoboyo arah Polsek Wonokromo. Nanti bus diarahkan ke barat dan berhenti di depan pintu terminal.

Disinggung soal uji coba bus kota yang belum jadi, Ridlo menyebut belum ada kesepakatan bersama. Terutama soal bus yang diminta masuk dulu ke TIJ sebelum melanjutkan perjalanan. ’’Belum ada kesepakatan,’’ ucapnya. Yang jelas, saat diberlakukan nanti, naik turun angkot dan bus harus di dalam terminal. Upaya tersebut ditempuh agar penumpang tidak kesulitan untuk naik dan berganti moda transportasi.

Ridlo mengatakan, terkait dengan teknis lanjutan operasional TIJ, dishub akan terus melakukan evaluasi. Langkah tersebut ditempuh agar dishub telah melakukan uji coba secara bertahap. ’’Untuk evaluasi akan kami lakukan. Kami mohon dukungan agar lancar,’’ jelasnya.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (F-SPTI) Surabaya Subekti berkomentar soal naik turun penumpang. Dia termasuk yang sepakat jika naik turun penumpang dilangsungkan di dalam terminal. Kewajiban naik turun penumpang di terminal akan berpengaruh pada angkot yang menunggu di dalam. Sebab, penumpang memilih naik dan turun di luar terminal. ’’Misalnya, bus kota,’’ ucapnya. Selama ini bus terbiasa naik dan turun di halte Joyoboyo di depan Mapolsek Wonokromo. Tidak mau masuk terminal. ’’Dampaknya, angkot yang menunggu penumpang di terminal jadi sepi,’’ paparnya.

Untuk persiapan armada, Subekti mengatakan bahwa sejak Senin (6/1) pemilik bergantian menguji kendaraan mereka. Masih ada angkot yang belum diuji karena terkendala biaya. ’’Harapan kami, pemkot mau membantu untuk masalah ini. Terutama pengurusan dokumen,’’ ucapnya. Sebab, semua angkot sebenarnya setuju melengkapi dokumennya. Mereka hanya sulit mengurus dan kurang biaya

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore